Hari ini, bulan november 2018 sudah tinggal 10 hari lagi. Berarti juga tahun 2018 tinggal 40 hari lagi. Selalu saja menurut gue 'waktu' adalah hal yang sangat independen, ia tak terpengaruh oleh apapun, ia tidak perduli kepada siapapun, ia terus berjalan, tak pernah sudi menoleh ke belakang apalagi menunggu yang tertinggal.
Usia gue pun terus bertambah, sudah melewati angka 21. Sudah lebih dari dua dekade gue hidup di dunia ini. Di usia seperti ini dulu Al-Fatih telah Allah mampukan untuk menaklukkan Konstantinopel, menembus benteng terkuat kala itu. Heh, Terlalu jauh untuk membandingkannya dengan gue.
Seseorang pernah bilang kepada gue kalo di usia 21 akan banyak hal yang akan membuat lu galau, resah, marah, kecewa, hampa, dan tentu saja akan banyak pelajaran yang akan menjadi modal untuk melanjutkan kehidupan di depannya.
Saat ini gue mulai mempercayai kata-kata orang itu. Ada banyak hal yang membuat gue semakin sering berdialog dengan diri sendiri. Mempertanyakan tujuan hidup, kemandirian financial, peran dalam masyarakat, tentang akhirat, dan bahkan perihal pasangan hidup.
Sebelumnya hal-hal seperti ini hanya sesekali terlintas di kepala lalu menghilang tanpa penyelesaian. Oh c'mon Girl, you are already 21, sudah saatnya kita serius. Mau kau bawa kemana kehidupan ini?
Usia 21 adalah dimana gue benar-benar merasa telah memasuki kehidupan dewasa. Usia yang gue harus mampu mengemban tanggung jawab, mampu mengatur prioritas dengan matang, usia dimana hati sudah tidak nyaman untuk meminta uang kepada orang tua.
21 tahun semesta telah melatih gue melihat keadaan dengan jelas. Mengajari untuk mengambil keputusan dengan bijak, memilah siapa saja yang harus dipertahankan, 21 telah mengokohkan prinsip hidup, dan yang paling gue syukuri adalah 21 mampu membuat gue terlepas dari jerat godaan-godaan.
(picture: from Finding Nenek by BENI)

Komentar
Posting Komentar