Belakangan ini saya merasa banyak sekali yang tidak beres dalam hidup saya. Mulai dari urusan akademik yang sebut saja agak terlantar, pekerjaan yang rasanya semakin hari semakin membebani, rencana bisnis yang tak ada kemajuan, pertemanan yang semakin renggang, organisasi yang entah kini kemana arahnya, kondisi tubuh makin tidak stabil dan membingungkan, emosi yang cepat sekali berubah-ubah, kemampuan membaca buku yang menurun, sering mengalami mimpi buruk, dan entah masalah apa lagi.
Hari ini tepat satu bulan saya tidak nulis sesuatu di blog, ini pun membuat saya tambah terpuruk. Beberapa hari ini emosi saya sangat mudah terpancing. Saya langsung merasa marah saat melihat orang lain marah, bahkan saya marah atas kemarahan saya sendiri. Di mata saya semuanya berjalan salah, semua orang salah, semua orang jahat, semua sistem jahat, bahkan saya pun salah, saya pun jahat.
Kemarin saya bertemu salah seorang teman, dia adalah teman yang baik, sangat baik malah. Sudah beberapa minggu kami tidak bertemu. Saya merasa sangat senang karena akhirnya ketemu dia lagi. Biasanya saya bercerita agak banyak kepada dia. Saya merasa nyaman, dan percaya dia orang yang baik dan tidak mungkin menusuk saya dari belakang. Intinya, dia kadang menjadi tempat saya menceritakan apa yang mebuat hati saya resah, tempat saya sedikit berkeluh kesah.
Namun, entah hanya perasaan saya saja atau dia memang mencoba untuk menjauh. Dia tak mau lagi memperdulikan saya, dia tidak mendengarkan cerita saya dengan perhatian. Dia bahkan terlihat tertawa-tawa dengan teman lain seperti mereka sedang menertawakan saya. Ya.. mungkin semua hal-hal buruk ini hanya ada di dalam pikiran saya saja. Semoga saja seperti itu, karena saya tau dia adalah orang yang baik.
Tadi sore saya membaca sebuah artikel singkat di internet mengenai toxic friend. Toxic friend adalah teman yang secara langsung maupun tidak langsung bisa melukai emosional kita, tidak membantu kita, menyebabkan stress, kesedihan, bahkan kecemasan. Teman yang seperti ini lebih baik kita beri jarak, jangan terlalu dekat jika kita tidak ingin dia terus-terusan menyakiti mental kita.
Lalu saya mawas diri. Mengingat teman saya yang baik kemaren, yang orangnya memang baik kepada semua orang dan dianggap baik oleh semua orang. Dan ketika dia mencoba menjauhi saya, apakah saya adalah toxic friend? Apakah dia mencoba menjauhi saya karena saya ini sering menyakiti emosionalnya dan membuat dia stress?
Bisa jadi.
Karena saya sering memandang sesuatu dari sudut negatif dan pesimis. Saya sering membuat cerita-cerita dan rencana mereka yang terdengar hebat, keren, dan indah, menjadi kebalikannya. Tapi sebenarnya bukan seperti itu, saya hanya berniat membantu mereka membuka mata untuk lebih realistis dalam berencana. Saya hanya memberikan hitung-hitungan resiko berdasarkan kejadian yang telah lalu, keadaan sekarang, dan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Apa saya salah?
Bisa jadi.
Karena semua orang tidak suka impiannya dibabat dengan kata-kata yang membuat diri jatuh pesimis. Sekalipun kata-kata itu benar adanya, sekalipun kata-kata itu juga dibarengi dengan solusi dan alternatif rencana lain.
Karena saya sering memandang sesuatu dari sudut negatif dan pesimis. Saya sering membuat cerita-cerita dan rencana mereka yang terdengar hebat, keren, dan indah, menjadi kebalikannya. Tapi sebenarnya bukan seperti itu, saya hanya berniat membantu mereka membuka mata untuk lebih realistis dalam berencana. Saya hanya memberikan hitung-hitungan resiko berdasarkan kejadian yang telah lalu, keadaan sekarang, dan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Apa saya salah?
Bisa jadi.
Karena semua orang tidak suka impiannya dibabat dengan kata-kata yang membuat diri jatuh pesimis. Sekalipun kata-kata itu benar adanya, sekalipun kata-kata itu juga dibarengi dengan solusi dan alternatif rencana lain.

Komentar
Posting Komentar