Langsung ke konten utama

Rumah Kertas


Oke, kali ini saya akan review sebuah buku yang sudah lama sekali ingin saya baca tapi baru kesampean sekarang hehe...

Langsung aja, judulnya Rumah Kertas, karangan Carlos Maria Dominguez, buku ini aslinya berbahasa Spanyol. Buku yang saya baca tentu saja berbahasa Indonesia, hak terjemahnya dipegang oleh CV Margin Kiri. Cetakan ke-4, Desember 2018. Tebal buku ini hanya vi + 76 halaman, cukup tipis dan bisa dibaca sekaligus. 

Cerita Rumah Kertas dibuka dengan sebuah kalimat. Bahwa, buku telah mengubah takdir hidup orang-orang. Salah satunya adalah takdir tokoh Bluma Lennon, dia mati tertabrak mobil saat sedang menyebrang sambil membaca buku.

Secara keseluruhan buku ini bercerita tentang dunia para pembaca dan pecinta buku. Walaupun fiksi, di buku ini banyak sekali tertulis fakta-fakta dan hal yang terjadi di kehidupan nyata.

Misalnya, bagian yang menceritakan bahwa setiap pecinta buku punya (atau mengimpikan punya) 'gua'  tempat mereka selalu ingin kesana setiap kembali dari bekerja, mereka yang masih merasa kurang saat mengatakan hanya menghabiskan 4-5 jam sehari untuk membaca.

Mereka yang sengaja berlama-lama di dapur untuk membuatkan minum supaya si tamu bisa berlama-lama mengagumi koleksi yang mereka miliki, mereka yang diperbudak oleh buku-buku, mereka yang menghabiskan banyak uang untuk melengkapi koleksi, memburu edisi pertama, membuat lemari buku dari kayu terbaik, bla bla bla..

'Rumah Kertas' adalah sebuah tragedi tentang buku. Tercengang, merinding, kesal, kecewa, iba, tak tega, mungkin itulah yang saya rasakan saat mengetahui apa yan dimaksud 'rumah kertas' di dalam buku ini. 

Benar testimoni yang ditulis oleh New York Times, ini adalah "buku tipis yang bisa menghantui pembaca jauh setelah ditutup."

Komentar