Langsung ke konten utama

Hati Besarku

Seringkali rasa ini datang, menghantam dan menyelimuti seluruh hati dan perasaan. Rasa kosong dan kesepian yang sungguh kubenci.

Seringkali aku berpikir bahwa aku hanya sendiri di bumi ini. Tak ada tempatku pulang, tak ada tempatku melepas keluh kesah, tak ada telinga yang tulus mendengar ceritaku.

Kadang aku kecewa pada diri ini. Mengapa aku selemah dan setersesat ini? Malam ini aku sedang jenuh, lelah mencari jalan atas segala keresahan-keresahan ini. Mencari dan terus mencari kedalam, kadang terlalu dalam dan gelap sehingga aku takut sendiri.

Aku benci diriku yang selalu bisa terlihat kuat dan mampu di depan orang lain. Aku benci sekali diri ini yang selalu berkata "Aku baik-baik saja" pada orang lain. 

Tolonglah... Aku tidak sedang baik-baik saja. Aku butuh teman, aku butuh tempat bersandar... Aku butuh tempat megadu.

Hati kecilku selalu berkata aku ini sungguh butuh telinga untuk mendengar cerita keluh kesahku, sungguh butuh bahu untuk disandari karena aku seringkali goyah, sungguh butuh jiwa lain untuk menguatkan, mengingatkan, dan menuntunku mengarungi dunia yang entah untuk apa ini sebenarnya.

Namun,
Hati besarku selalu berkata hanya Tuhankulah tempatku mengadu. Tak ada bahu untukku, hanya ada sajadah yang selalu luas membentang agar aku bersujud. Lalu bacalah kisah tentang kekasih Allah, baca dan pahamilah kalam Allah agar lurus jalan hidupku.

Dasar bodoh! Aku tidak sekuat itu, aku tak setangguh itu, aku cengeng dan bodoh, aku butuh teman.

Ya Allah, please, bersama daraian air mata dan sesenguk tenggorokanku malam ini, tolong segera kirim seorang teman yang akan membuatku kuat dan mampu menjelajahi kehidupan dunia ini. Aku ingin sekali menumpahkan segala keresahan ini, ya Allah. Kasihanilah aku ya Allah, please beri aku teman terbaik dalam waktu dekat ini.

Atau..
Jika memang orang itu tidak ada, maka tolong kuatkan dan mampukanlah saja aku ya Allah... Aku yakin Kau maha kuasa.

Komentar