Langsung ke konten utama

Tentang Hujan

Beberapa hari ini hujan selalu mengguyur bumi Tangerang Selatan dengan derasnya di sore hari. Bagiku kondisi seperti ini sangatlah menyenangkan, entah apa sebabnya. Hujan yang datang di sore hari adalah hujan kesukaanku nomer dua, nomer satunya adalah hujan di waktu subuh menjelang pagi pukul  sembilan.

Hujan membuat dunia yang hingar-bingar ini tunduk dibawah naugannya. Dalam hujan banyak kutemui orang berteduh dan merenung. Terdiam dan mengerutkan pakaian karena takut masuk angin. Entah mahluk apa yang merasuki kepala-kepala manusia itu ketika ditaklukkan hujan. Yang jelas aku sangat senang, hujan membuat dunia yang egois tak mau berkompromi ini sedikit melambat untuk memberiku ruang untuk bernapas.

Hujan adalah satu bentuk keromantisan semesta padaku. Hujan selalu datang saat aku merasa tidak sedang baik-baik saja. Dia hidup dan kami telah menjalin persahabatan yang bagitu hangat. Dia datang ketika aku bersedih, ketika aku marah, ketika hatiku benar-benar terusik oleh kesibukan manusia dunia ini. Dia selalu datang menghiburku dan membuatku terseyum sekaligus menangis.

Hanya hujan yang mampu membuatku meraung dan menyerapah keadaan dan kelemahan diri ini. Dalam pelukan hujan yang dingin namun menentramkan, dengan bebas merdeka aku mengadukan segala keresahan-keresahan hati. Aku sungguh sayang pada hujan, karena hujan adalah sahabat setia yang selalu mendengar apapun cerita dan keluh-kesahku dan tak akan pernah menyampaikannya kepada orang lain. Ia adalah penjaga rahasia yang terpercaya.

Aku seorang penikmat hujan. Dalam hujan aku merasa benar-benar hidup dan bersemangat!

Kata orang hujan itu berisik dan manakutkan jika disertai petir, namun bagiku hal sebaliknyalah yang sebenarnya terjadi. Irama hujan yang menderap halus adalah sebuah nyanyian alam yang membawa kadamaian. Pun jika disertai petir, tetap saja ia indah.

Banyak hal yang biasa dilakukan bersama hujan. Bermesraan bersama buku, menulis, mendengarkan musik, merapikan kamar, merapikan hidup, menikmati secangkir teh hangat. Dan jika beruntung, senang sekali bisa mendapati hujan di jalan saat akan pulang. Aku bisa bermain langsung bersama hujan, berbasah-basah ria dalam pelukannya.

Andai saja semua orang tau, betapa bahagianya membiarkan wajah dan seluruh tubuhmu dipeluk hujan. Ah.. ini hanya sepenggal tentang hujan.

Tetes hujan di sejenis keladi
Hujan di FEB suatu siang





Komentar