Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

3 Bulan Berlalu, Apa Kabar Resolusi Tahun Baru?

Besok April datang, tiga bulan di 2021 sudah berlalu, apa kabar resolusi tahun baru? Oke kali ini saya pengen bahas resolusi tahun baru (lagi). Tulisan ini menjadi media  check point , untuk mengevaluasi resolusi yang sudah berjalan satu trimester.   Seperti orang-orang pada umumnya, saya juga membuat beberapa resolusi di tahun baru 2021. Saya membaginya menjadi dua kategori, yaitu big goals dan marathon goals . Ada 3 big goals yang ingin saya capai tahun ini, salah satunya adalah start a business . Sedangkan marathon goals , ada lumayan banyak. Kebanyakan sepertinya, jadinya malah berat dilaksanakan, ya... tipikal-tipikal pembuat resolusi amatiran pada umumnya. Tapi untunglah tahun ini saya bikin pencatatan, ada daftar kegiatan yang menjadi agenda harian dan mingguan. Agenda kegiatan harian saya misalnya nulis jurnal pribadi, 15 menit belajar bahasa Ingris, baca al-quran 1 juz. Kalo yang mingguan misalnya puasa hari kamis, baca minimal 1 buku, tulis sesuatu...

Untuk Kamu Yang Sedang Berjuang

Saya harap dengan tulisan ini saya bisa menjadi sedikit berguna untukmu. Beberapa hari ini angin berhembus mengabarkan kepada saya bahwa kamu sedang tidak baik-baik saja. Saya yakin kamu begitu membutuhkan dukungan dan sebuah rasa percaya dari setidaknya satu orang saja. Itulah mengapa saya menulis ini. Saya ingin kamu tau, kalau setidaknya, di sini saya ada dan mendukungmu dengan sepenuh jiwa. Saya tau persis apa yang sedang kamu hadapi. Saya tau kamu sedang terkalahkan, ditawan oleh jiwamu yang lain. Kamu melawan, namun jiwamu yang lain itu ternyata begitu berkuasa. Dia ibarat dinding baja yang tak terlihat ujung kanan kirinya, tak juga terukur tinggi dan tebalnya, tak memberimu kebebasan untuk melakukan apa yang harusnya kamu kerjakan. Ingin sekali rasanya saya ikut membantu perlawananmu untuk keluar dari situ. Atau setidaknya hadir di sampingmu, datang untuk menemanimu, mendengar seluruh kesah dan resahmu. Saya melihat kamu begitu kewalahan. Memang berat, memang berat sekali perker...

Cerita Lidah Dan Gigi

Suatu hari si Rafi meminta waktu khusus kepada Reza. Dia ingin membicarakan perihal masalah yang terjadi kemarin. Dia sudah membuat reza terluka, berdarah, menderita. Die berniat meminta maaf, dia merasa sangat bersalah. Walaupun tidak melakukan kejahatan itu dengan sengaja, si Rafi siap menerima segala konsekuensi. Dia siap jika Reza tak mau lagi berteman dengannya, dia siap jika Reza memintanya pergi jauh dan tidak pernah kembali menemui Reza. Perbincangan itu akhirnya terjadi. Rafi menjelaskan keadaan apa adanya, jujur tanpa direka-reka. Dia mengaku, tidak berkilah, tidak mengkambing hitamkan orang lain. Pokoknya dia pasrah pada semesta. Ternyata Reza menerima. Reza memaafkan Rafi. Rafi heran bagaimana bisa si Reza memaafkannya dengan mudah, bagaimana bisa kesalahan itu tak mengubah sikap Reza terhadap Rafi. Harusnya Reza sudah sangat membenci Rafi, pikirnya. Begini penjelasan Reza; hubungan persahabatan mereka itu bagaikan gigi dan lidah. Gigi tak sengaja menggigit lidah saat merek...