Saya tau persis apa yang sedang kamu hadapi. Saya tau kamu sedang terkalahkan, ditawan oleh jiwamu yang lain. Kamu melawan, namun jiwamu yang lain itu ternyata begitu berkuasa. Dia ibarat dinding baja yang tak terlihat ujung kanan kirinya, tak juga terukur tinggi dan tebalnya, tak memberimu kebebasan untuk melakukan apa yang harusnya kamu kerjakan.
Ingin sekali rasanya saya ikut membantu perlawananmu untuk keluar dari situ. Atau setidaknya hadir di sampingmu, datang untuk menemanimu, mendengar seluruh kesah dan resahmu.
Saya melihat kamu begitu kewalahan. Memang berat, memang berat sekali perkerjaanmu itu. Kamu memperjuangkan dirimu di luar dan sekaligus menghadapi pertempuran di dalam.
Beberapa waktu lalu kamu mengabarkan bahwa kamu telah memenangkan satu pertempuran, kamu juga bilang telah mengambil sebuah pelajaran. Saya senang mendengarnya, juga senang melihat kamu baik-baik saja. Maka dari itu, segera, saya ingin secepatnya mendengar kabar kemenanganmu lagi.
Dengar, jangan kamu merasa sendiri. Jangan berpikir bahwa kamu berjuang sendiri. Tanpa kamu tau, diam-diam saya selalu memberikan bantuan terbaik yang bisa saya lakukan. Saya selalu berdoa pada yang maha kuasa, Dialah yang maha bijaksana, Dia maha mengerti, dan Dia maha pengasih. Kamu jangan khawatir, Dia selalu menyayangimu.
Untuk kamu yang sedang berjuang dalam perjalanan kehidupan, jangan pernah kamu menggadaikan dirimu pada si jiwa lemah yang meminta-minta simpati. Jangan sekali-kali kamu dengarkan rengekan cengeng yang mengatasnamakan hati. Itu bohong. Jangan percaya bila ada suara yang berkata kamu tidak bisa, jangan percaya jika dia berkata kamu lemah, jangan percaya kata-kata sok perduli yang menjerumuskan itu. Kamu tidak selemah itu, kamu tidak sepenakut itu, kamu tidak sebodoh itu!
Dengar, semua ada ilmunya, semua bisa dipelajari, semua bisa dilatih, ya... kecuali mati. Ingat, tidak ada yang tidak mungkin, kecuali makan kepala sendiri (katanya). Jangan menyerah sekarang, mari coba sekali lagi.
Untuk kamu yang sedang berjuang, teruslah berusaha. Kamu cukup tangguh, kamu hanya butuh melawan sedikit lebih keras lagi, hanya sedikit lagi. Kamu mampu menghadapi segalanya, termasuk menghadapi dirimu sendiri. Semangatlah, semesta raya selalu terbuka sebagaimana mestinya.

Komentar
Posting Komentar