Langsung ke konten utama

Hidup Saya Sederhana

Rasa-rasanya hidup saya ini sangat sederhana. Tapi kadang ada saja masalah yang membuat diri ingin menyerah, tak mau acuh, meninggalkan yang sudah dimulai, dan lari dari kenyataan. Bergumul dengan semua ini kadang membuat saya merasa sudah dewasa.

Tapi kadang saya juga merasa masih terlalu muda, karena di luar sana ada ribuan hal yang belum saya pelajari, ada jutaan hal belum saya ketahui. Diri yang menuntut diri untuk terus belajar dan bergerak kadang membuat saya bingung sendiri.

Kadang saya lelah, kadang kehilangan arah, dipeluk gelisah, dibuai resah, dibayang-bayangi pasrah. Kadang saya penasaran, kapankah diri ini bersimpangan dengan titik nadir dalam hidup? Akan seburuk apa?

Namun ketika rasa yang menakutkan itu ingin merenggut jiwa, kata-kata selalu teringat akan sebuah cerita. Begitu banyak manusia datang silih berganti menyinggahi bumi ini. Sayangnya, begitu banyak yang tak menyadari maksud dan tujuan mereka singgah. Celakanya, banyak juga yang tak tau jika kehadirannya hanya sekedar singgah.

Hidup saya ini sederhana, saya hanya ingin mati lalu masuk surga.

Namun, perkara mendapatkan surga ternyata tidaklah mudah. Setan menjalankan tugasnya dengan performa yang luar biasa. Manusia biasa seperti saya bukanlah tantangan yang terlalu perlu diperhitungkan bagi mereka.

Maka, diam-diam saya ingin berbuat baik sebanyak-banyaknya. Terserah dengan cara apa saja, terserah melalui media apa saja, terserah dengan profesi apa saja, terserah bersama siapa saja. Tujuan saya hanya satu. Mati lalu masuk surga.

Ditulis di geladak paling atas sebuah kapal, bersama serbuan angin berhembus diantara Jawa dan Sumatera.

Melihat kapal dari atas kapal

Komentar