![]() |
| Kunci-kunci |
Kuncinya adalah the key.
Kira-kira begitulah kesimpulan yang saya
tangkap dari pembicaraan bersama tiga orang teman tadi malam. Kami membicarakan
soal apa aja yang bisa bikin seseorang berani memulai membuka usaha.
Tadi malem saya bercerita tentang rencana
memulai sebuah bisnis. Well, kalo pembaca menyimak tulisan-tulisan
saya sebelumnya, pasti udah pada tau deh saya mau bikin apaan. Nah, saya nggak
mulai-mulai launching karena masih takut-takut. Masih mikir
banyak hal yang sebenernya nggak perlu dikhawatirkan.
Teman saya bilang, "Kamu harus
menciptakan sendiri keadaan yang membuat kamu tertantang untuk berjuang. Jangan
sampai keadaan tercipta sendiri lalu memaksa kamu untuk berjuang. Rasanya akan
lebih lelah dan berat ketika kita berjuang karena terpaksa".
Menciptakan medan perjuangan itu sama
seperti menghidupkan mesin kapal untuk memulai pelayaran. Kita melakukannya
karena kita ingin, kita lakukan semata-mata karena merasa kita akan menempuh
pelayaran itu untuk pada akhirnya sampai kepada Tuhan.
Dan, sebenarnya, jauh di dalam jiwa saya
yang paling dasar, saya ingin sekali memulai pelayaran itu. Hanya saja saya
masih ragu, khawatir akan gagal lagi, mengecewakan diri lagi, makin merasa
lemah, makin merasa tidak ada apa-apanya.
Kenapa ya saya bisa ngerasa gitu? Padahal
saya tau betul, kalo gagal ya coba lagi, kalo lemah ya latihan lagi, kalo nggak
ada apa-apanya ya belajar lagi. Kata temen saya, "Seorang profesor dulunya
juga cuma lulusan SMA, seorang pebisnis besar dulunya juga tidak bisa
apa-apa". Intinya adalah keinginan kuat untuk tetap belajar dan bertumbuh.
Belakangan saya mulai berpikir, kenapa
selama ini semuanya masih tentang diri saya? Semua gagal dan semua kecewa masih
saja tentang diri saya sendiri. Semua rencana, jalan, dan keputusan saya
sendiri yang memulai dan saya pula yang mengakhiri. Tidak ada pengaruh dari
pihak luar, tidak ada harapan yang dikatakan secara terang-terangan.
Lalu, kenapa saya tidak coba saja mengajak
orang lain untuk bekerja sama? Bekerja sama untuk merencanakan, memperjuangkan,
dan menumbuhkan sebuah bisnis? Setidaknya ada orang itu yang menjadi alasan
diri untuk tidak berhenti. Setidaknya dia atau mereka bisa mengingatkan saya
jika saya mulai keluar jalur, setidaknya dia atau mereka bisa mengambil alih
sebentar beban saya jika saya lelah. Ya... setidak-tidaknya saya punya teman
satu visi satu tujuan.
Intinya, mau tetap sendiri atau bekerja
sama dengan orang lain, tetap harus dimulai dari keberanian. Satu-satunya cara
untuk berani memulai adalah keberanian itu sendiri. Kuncinya adalah the
key.
Oke oke, cukup untuk curhat-curhat kali
ini. Sampai ketemu di curhat-curhat selanjutnya...

Komentar
Posting Komentar