Langsung ke konten utama

Mengendalikan Takdir Hidup (bag. II)

Lanjut ya dari bagian 1

Pertama kita harus mengetahui dulu apa sebenernya permasalahan diri kita. Misal, permasalah kita adalah mageran, males gerak. Kita sering nunda sampai banyak tugas dan pekerjaan hanya dikerjalan seadanya (tidak mengerjakan dengan usaha terbaik).

Setelah kita tau permasalahannya, maka kita harus melakukan sesuatu untuk melawan kemageran ini. caranya dengan menginstal program anti mager.

Apa saja yang harus dilakukan untuk melawan kemageran?

Kalo ini sih, kalian cari aja di internet, bisa juga dari baca buku, kursus, ikut seminar onlen, nonton video self improvement, dan lain-lain. Disana sudah tersedia ratusan bahkan ribuah tips anti mager, langkah-langkah menghilangkan kemageran, bla bla bla...

Semua tips itu adalah cara-cara yang bisa kita kendalikan, alias akan menjadi pengetahuan dan masuk ke pikiran kreatif kita yang porsinya 5% tadi. Nggak akan mempan untuk melawan program toxic yang sudah terlanjur terinstal bertahun-tahun dalam pikiran bawah sadar kita.

Terus, gimana caranya biar tips yang sudah menjadi pengetahuan ini bisa masuk ke alam bawah sadar kita menggantikan sistem yang lama? 

Menurut Dr. Lipton lagi, cara masukin sesuatu ke alam bawah sadar kita hanya ada 2. Yaitu hipnotis dan repetition/pengulangan.

Hipnotis ini cuma terjadi saat kita berumur 0-7 tahun. Saat itu gelombang otak kita masih berada di frekuensi yang rendah, sehingga gampang dipengaruhi. Kita belajar dengan melihat dan meniru apa yang ada di sekitar. Makanya kita cenderung tidak sadar dan tidak punya banyak memori/kenangan pada saat kita di umur segitu. Dan anak di usia ini imajinasinya juga masih kuat. Mereka suka main pedang-pedangan pakai ranting kayu, main masak-masakan pakai tanah, dan menganggap daun rambutan adalah uang.

Nah, buat kita-kita yang umurnya udah jauh dari 7 tahun ini, metode hipnotis udah nggak bisa dipake lagi, udah telat. Udah nggak mempan.

Satu-satunya cara adalah dengan repetition/pengulangan dan latihan. Itulah kenapa beberapa ahli bilang kalo untuk membangun kebiasaan baru harus dilakukan pengulangan secara konsisten minimal 66 hari tanpa terputus.

22 hari pertama fungsinya untuk menghapus kebiasaan lama, dan ini sangat sulit dan menantang, godaannya banyak. 22 hari kedua untuk mengenalkan dan membiasakan diri dan tubuh kita dengan kebiasaan baru. Dan 22 hari sisanya untuk menanamkan/menginstal kebiasaan baru menjadi bagian dari diri kita.

Hati-hati loh, karena pengulangan bisa menjadi takdir hidup kita. Kalo kebiasaan yang kita ulang-ulang baik, maka takdir kita insyaAllah akan baik. Sebaliknya, kalo kita sering mengulang-ulang kebiasaan buruk, maka takdir dan jalan hidup kita ya... akan sesuai dengan kebiasaan buruk itu.

Itulah mengapa takdir itu bisa diubah. Jalan dan jalur kehidupan diri ini bisa kita kendalikan.

Kembali ke permasalahan mager.

Untuk melawan kemageran, kita harus melakukan kebiasan non-mager minimal 66 hari secara konsisten tanpa terputus. Misal bangun pagi, work out 10 menit, baca al-quran 1/2 juz, membaca buku 50 halaman, main hape cuma di jam 12 sampai jam 1 siang, tidur dari jam 9 malem sampai jam 4 pagi, dll.

Semua ini beneran harus konsisten, tanpa terputus satu hari pun!

Biar kebiasaan ini masuk ke sistem bawah sadar kita. Karena sistem ini baru bisa ngerti apa yang kita maksud kalo diulang terus-menerus. Dia akan menganggap kebiasan ini penting, menyimpannya, dan menginstalnya karena sering kita ulang-ulang.

Ini juga yang bikin metode afirmasi manjur. Misalnya kita afirmasi kalo kita rajin walaupun lagi mager berat. Kita bilang aja berulang-ulang, gue rajin - gue bisa - gue rajin - gue bisa, dst. Ntar otak kita akan nagkep, dan bilang "Eh, keknya gue rajin deh?"

Dan selanjutnya, lakukan jurus "fake it till you make it". Ya... kita pura-pura rajin aja, kita lakukan hal-hal yang dilakukan orang rajin sampe kita beneran rajin.

Dan terakhir, kenapa saya sharing hal ini?

Karena saya juga lagi belajar mengafirmasi dan melakukan kebiasaan baik. Saya juga merasa sering menyabotase diri sendiri gitu hehe... Mungkin pas masih kecil saya nggak sadar udah menginstal program yang nggak baik yang kebawa sampe sekarang.

Sipp deh, segini aja sharing kali ini. Semoga bermanfaat.

Oh iya, tambahan. Kalo mau lebih mantep lagi, cari temen yang sama-sama mau membangun kebiasaan baru. Setidaknya bisa saling mengingatkan dan saling ngasi semangat. Dan kalo perlu cari mentor, mentor kehidupan gitu... sudah, segitu aja. thank you~

Komentar