Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Dua Ribu Dua Satu

Hari ini tangal 31 Desember, hari terakhir di tahun 2021. Ku lihat di whatsapp satus, beberapa teman membuat video recap kegiatan mereka selama satu tahun. Jujur aku iri sekali dengan mereka. Mereka terlihat sangat keren dan bahagia. Terlihat sangat puas dengan hari-hari yang telah mereka jalani. Sedangkan di sini, banyak sekali yang aku evaluasi. Banyak sekali kesalahan dan kelalaian yang telah aku lakukan. Mulai dari wisuda yang tertunda lagi, rencana bisnis yang gagal lagi, kehilangan beberapa kebiasaan baik, melewatkan banyak kesempatan berharga, tidak ada tambahan relasi baru, malah beberapa ikatan pertemananku menjadi,   entahlah... aku belum sanggup membahasanya. Aku merasa kalah di tahun ini, aku merasa tidak menjalani hidupku dengan maksimal. Ya, aku sangat tidak puas dengan hidupku di tahun 2021. Aku merasa aku bisa menjadi lebih baik lagi.  Aku bisa berusaha lebih keras, lebih disiplin, lebih sabar, lebih gigih. Aku bisa membuat hidupku lebih lapang, lebih bersyukur...

Gajah Yang Bodoh

Ingatkah kamu tentang cerita seekor gajah sirkus yang dirantai kakinya? Kurang lebih ceritanya seperti ini. Tersebutlah seekor bayi gajah yang ditangkap dari hutan dan dijual kepada pengelola sirkus. Bayi gajah ini dikurung dan dirantai kakinya. Berkali-kali dia mencoba melarikan diri, tapi rantai itu selalu menghentikan usahanya. Bayi gajah itu terus berusaha dan berusaha, namun semua usahanya selalu gagal. Pada akhirnya bayi gajah itu menyerah, dan pasrah untuk dilatih menjadi gajah sirkus. Dia sudah putus asa, dan berkeyakinan bahwa tidak mungkin dia bisa melepaskan diri. Tahun-tahun berlalu, dan bayi gajah itu sudah dewasa. Namun dia tidak pernah lagi mencoba berusaha untuk melepaskan diri dari rantai. Dia sudah punya ketetapan bahwa melepaskan diri dari rantai adalah hal yang mustahil. Andai dia mau mencoba sekali lagi saja, tentu dia bisa melakukannya dengan mudah. Dia sudah tumbuh besar dan kuat, tidak ada yang bisa menghalanginya untuk melarikan diri. Saat pertama kali diberi t...

Konsisten Adalah Kekuatan

Tidak sebentar aku mempelajari hal ini, namun tak kunjung mendapatkan hasil. Usahaku tidak kurang, konsisten sudah dijaga, pengembangan sudah dilakukan, waktu sudah banyak ku habiskan. Namun tanganku masih saja hampa. Sore ini aku belajar sesuatu tentang kesabaran dan konsistensi. Tentang proses seseorang yang membelah tembok dengan paku dan palu. Bahwa dia harus sabar dan konsisiten melakukan pukulan demi pukulan yang sama sekali tidak ada hasilnya. Tidak menunjukkan progres apa-apa. Dibutuhkan puluhan bahkan ratusan pukulan, hingga pada satu titik, dimana satu pukulan saja, telak membelah dan merubuhkan tembok yang kokoh itu.