Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Merindukan Siapa Malam Ini?

Seekor cicak kecil mengejekku malam ini. Aku temenung dalam diam bersama hatiku yang tidak sedang baik-baik saja. Aku merasakan ada sebuah lubang didalamnya. Sudah berada disana sejak aku menyadarinya. Terasa sangat kosong dan dalam. Aku ingin aku baik-baik saja, tapi hatiku berkata tidak. Berulang kali ku coba berdamai, hatiku selalu menolak. Menuntut penyelesaian kepadaku, lalu kutolak.  Seperti kata pernah diucap seorang pujangga, yang sakit itu bukan merindu, tapi merasa kosong karena tidak ada yang dirindu. Tapi tak mengapa, akan datang waktunya, santai saja. Salam damai dariku, Diriku!

Bawang Goreng

Selamat datang lagi semuanyaa... Kali ini gue mau cerita tentang makanan. Apa sih yang perlu kita tau tentang makanan? atau mungkin sebenernya kita sudah tau tapi melupakannya. Tulisan ini terispirasi dari bawang goreng kemasan yang gue makan tadi siang. Siang ini, hari rabu tanggal 29 Agustus 2018, untuk pertama kalinya dalam hidup, gue dengan sengaja, sadar, tanpa tekanan dari pihak manapun menaburkan bawang goreng ke makanan dan gue memakannya, menikmatinya malah. Padahal gue udah musuhan sama bawang goreng dari jaman SD. Kalian semua tentu tau kalo orang-orang di dunia ini punya lidah masing-masing. Jadi semua juga memiliki selera makan masing-masing. Ada yang suka makanan pedas, ada yang suka makanan manis, ada yang suka makanan asin sekali, ada juga yang suka makanan serba hambar. Bahkan ada juga yang suka semua, kecuali makanan tertentu. Gue sendiri dulu waktu kecil sangat pilih-pilih sama makanan. Gue gak suka sayur, gak suka kuning telur, gak suka nanas, gak suka da...

About

Nama saya Esnida, pada hari sumpah pemuda tahun 2019 ini saya akan berumur 22. Saya seorang mahasiswa. Sangat suka membaca. Indomie adalah makanan paling enak yang pernah ada di dunia. Harapan itu ternyata penting, karena mampu mendorong untuk melakukan aksi nyata. Ada banyak sekali hal yang tidak bisa saya katakan yang akhirnya saya tulis. Disini pemikiran-pemikiran, pengalaman-pengalaman dan semua hal yang menurut saya sayang untuk dilupakan akan abadi. Terima kasih.

Thank You, Ipin!

There is someone out there who always makes me aware and remembers. He did not know that his writing had always been a place for me to reflect. Hopefully he is always protected by God. Thank you, Ipin, I recovered this morning. Our age is same, but we don't start at the same time. I just started three years after you, even though we both started in the middle of the year. Let me inherit your sincerity. I will be great like you, like you told about them. See you on top! 

Donor Darah

Donor darah ke-8, maret 2018 Haloo lagi semuanya... kali ini gue mau cerita tentang pengalaman gue mendonorkan darah. Gue juga masih agak-agak gak percaya dan bertanya-tanya kenapa bisa gue melakukan hal ini? Padahal gue paling anti sama yang namanya alat medis, terutama jarum suntik. Kalo pas sakit, gue lebih milih makan obat sekarung daripada disuntik walaupun cuma sekali. Oke, langsung ke pengalaman gue pertama mendonorkan darah. Saat itu gue mendonorkan darah di sekolah. Ini salah satu program dari anak PMR. Salah satu syarat bisa mendonor adalah berumur diatas 17 tahun. Gue berumur 17 tahun 1 bulan waktu itu. Gue memberanikan diri untuk menjadi pendonor karena iming-iming bakal tau golongan darah punya gue. Maklum, gue gak pernah berurusah dengan darah-darahan dan saat dulu golongan darah gue mau dicek, gue berontak dan kabur karena takut jarum suntik. Jadilah gue maen daftar ke UKS dan ternyata setelah berat badan, tinggi badan, tekanan darah, dan hemoglobin darah ...

Bicara pada Bulan

Hay Bulan! Apa kabar malam ini? Mengapa kamu bersembunyi? Aku sepi,  Hay Bulan! Merasa kesepiankah kamu? Andai kata iya, maka tak apa. Karena memang kau diciptakan sendiri di atas sana. Dan, Hey Bulan! Andai kata aku merasa sepi seperti ini, Apakah itu berarti apa-apa? Sebab aku tidak diciptakan sendiri di bawah sini. Rabu, 15.08.18 8:11pm Desa Karya Mekar, Cariu.

Kejutan dan Respon Asing

Haloo lagi pemirsa, kali ini gue akan bercerita  tentang satu sisi diri gue yang baru gue tau. Tentang bagaimana respon tubuh gue terhadap sebuah kejutan, yang literally   bener-bener  membuat gue terkejut, sesuatu yang tak terduga. Ceritanya kita mulai dari saat gue menginap di rumah Ratna, seorang sepupu yang ada di Palembang. Kejadiannya masih baru-baru ini, mungkin satu atau dua bulan lalu. Hari itu kamis, malam jumat. Gue asik bercerita dan berbincang panjang lebar bersama Ratna sampai larut malam. Tepat jam 00.00 gue memutuskan untuk pergi ke toilet. Kami bercerita di kamar atas sedangkan posisi toilet ada di lantai bawah. Gue turun seorang diri, Ratna tetap di kamar. Gue menuruni tangga dengan santai bersama kepala yang sibuk memikirkan topik obrolan bersama Ratna tadi. Saat kaki gue menginjak lantai bawah, gue dibuat terkejut oleh suara bicik ( bahasa Lintang: tante ) Laila. Beliau menatap kearah gue sangat tajam, gue heran, beliau berteriak, “Astagfi...

Belajar Menerima

Suatu siang di lahan yang akan ditanami padi Haloo lagi semuanya, kali ini gue mau cerita cerita-ceritaan yang agak panjang. Gak tau deh bakalan panjang biasa atau panjang banget. Kali ini gue mau curhat santai tentang keresahan gue terhadap orang-orang di sekitar gue terutama cewe-cewe yang kurang respek sama bentuk muka dan tubuh mereka. Cus, kita mulai ceritanya dari diri gue sendiri. Dulu gue itu selalu minder kalo berada di deket temen yang cantik-cantik, berkulit putih bersih, tinggi semampai, wangi, dan pinter dandan. Gue ngeliat lagi ke diri gue ini, gue berkaca, dan gue temukan diri gue yang... ya… sebut saja tinggi badan ala kadarnya, warna kulit mendekati gelap, idung gue pesek, pipi gue tembem gila, mata gue sipit banget kaya merem mulu. Kita itu pada dasarnya gampang sekali mencari kekurangan fisik sendiri dan membandingkannya dengan orang lain. Tapi makin kesini gue makin mikir, gue gak bersyukur banget ya udah dikasi body yang lengkap. Gue gak bersukur ...

Telepati Tubuh

Pagi ini gue merindukan ibu. Gue jarang banget ketemu sama beliau. Jika dihitung-hitung dalam hampir 21 tahun kehidupan gue di bumi ini, mungkin cuma ada 8 tahun yang benar-benar gue habiskan tinggal bersama ibu dan bapak gue. Semenjak gue bisa mengingat, gue tinggal bersama mereka sampai umur kurang dari 6 tahun. Gue pindah dan diasuh di rumah nenek sejak gue masuk sekolah dasar. Hanya sesekali gue pulang kerumah orang tua gue untuk berkunjung. Orang tua gue pun hanya sesekali menginap ke rumah nenek, hanya kalo ada acara-acara tertentu. Dan saat kenaikan kelas, kadang gue menghabiskan waktu libur di rumah orang tua. Gue tinggal di rumah nenek sampai gue manamatkan pendidikan menegah pertama. Setelah itu gue tinggal di rumah tente gue, lagi-lagi tidak bersama kedua orang tua. Di masa bersama tante ini, gue mulai menggalau, masa SMA, gue mulai mempertanyakan dimana sebenernya rumah gue. Sampai sekarang pun masih belum gue temukan jawabnya. Apa sebenernya yang disebut rumah? ...

Malam Perdamaian

Malam perdamaian untuk sementara belum boleh dibaca lagi dulu ya pemirsa. Dikarenakan ada bagian-bagian cerita yang sementara ini harus saya jaga agar tak diketahui orang lain. Selamat membaca cerita-cerita unfaedah lainnya... 

Mimpi Hotel Berkilau

Haloo lagi, Semuanya! Kali ini gue mau nyeritain tentang mimpi pas gue tidur tadi malam. Mimpi yang cukup jelas untuk diingat ceritanya. Memang gue kalo mimpi kadang ingat full cerita, kadang inget sepotong-potong, kadang sama sekali gak inget tapi penasaran pengen nginget sampe geregetan gitu. Ahahah… yaudah langsung aja, begini ceritanya. Gue bermimpi berada di sebuah hotel. Bangunan berbentuk tabung sempurna berlantai tujuh. Seluruh dindingnya terbuat dari kaca, hotel yang mewah dan berkilau. Semua perlengkapan seperti lemari, meja, dan kursi terbuat dari bahan-bahan yang memantulkan cahaya, indah seperti berlian. Gue berada di sana karena diundang untuk peresmian hotel baru itu. Seluruh ruangan dan sudut-sudut bagunan itu tampak megah, dan gue berada di tengah-tengahnya. Di belakang gue ada pintu yang juga terbuat dari kaca yang indah. Satu-satunya yang paling menonjol dari bangunan itu adalah tangganya. Tangga itu terbuat dari kayu berwarna coklat kekuningan yang sanga...