Haloo lagi, Semuanya!
Kali ini
gue mau nyeritain tentang mimpi pas gue tidur tadi malam. Mimpi yang cukup
jelas untuk diingat ceritanya. Memang gue kalo mimpi kadang ingat full cerita,
kadang inget sepotong-potong, kadang sama sekali gak inget tapi penasaran
pengen nginget sampe geregetan gitu. Ahahah… yaudah langsung aja, begini
ceritanya.
Gue
bermimpi berada di sebuah hotel. Bangunan berbentuk tabung sempurna berlantai
tujuh. Seluruh dindingnya terbuat dari kaca, hotel yang mewah dan berkilau.
Semua perlengkapan seperti lemari, meja, dan kursi terbuat dari bahan-bahan
yang memantulkan cahaya, indah seperti berlian. Gue berada di sana karena
diundang untuk peresmian hotel baru itu.
Seluruh
ruangan dan sudut-sudut bagunan itu tampak megah, dan gue berada di
tengah-tengahnya. Di belakang gue ada pintu yang juga terbuat dari kaca yang
indah. Satu-satunya yang paling menonjol dari bangunan itu adalah tangganya.
Tangga itu terbuat dari kayu berwarna coklat kekuningan yang sangat tebal,
kuat, dan juga berkilau.
Di
pangkal tangga tersebut ada tanaman hias sejenis pohon palm berdaun hijau yang
teduh, sangat sejuk dipandang mata. Tanaman ini sangat menenangkan, gue
menyukainya, tingginya kira-kira hanya satu setengan meter. Lalu gue melangkahkan
kaki menuju tangga itu. Gue mulai menaiki satu demi satu anak tangganya.
Seperti
hotel-hotel biasanya, di lantai dasar ada resepsionis dan tempat duduk tamu. Di
lantai dua ada ruangan luas seperti aula. Disana sedang berkumpul banyak orang
yang gue kira sedang berpesta, mereka berpakaian resmi dan saling bercengkrama.
Gue melajutkan langkah ke lantai tiga, lantai empat, kemudian lantai lima. Di
sana cuma ada bilik-bilik kamar, kali ini dengan nuansa warna hitam yang
elegan, masih dengan kilau yang mewah.
Di
lantai enam gue bertemu dengan manatan presiden RI, bapak Susilo Bambang
Yudhoyono. Disana beliau sedang berbincang dengan empat orang laki-laki
berbadan tegap yang memakai setelan jas hitam. Sangat rapi dan klimis. Gue
melanjutkan langkah ke lantai tujuh, disana gue melihat tiga orang mahasiswa
memakai jas almamater yang berbeda, yang juga sedang bercengkrama. Seru sekali
sepertinya obrolan mereka, diselingi tawa, mereka terlihat sangat bahagia.
Gue
memutuskan untuk turun kembali. Saat berada di lantai enam, gue disambut dan
disalami oleh pak SBY, beliau menjabat tangan gue dengan sangat erat, gue balas
jabatan tangan itu dengan erat pula. Lalu gue terus menuruni tangga itu. Sampai
di lantai dua, gue melihat pak Joko Widodo sedang ketawa-ketiwi bersama
beberapa artis yang pernah gue lihat di acara tv. Dan gue terbangun.
Well,
kira-kira seperti itulah ceritanya. Seperti biasa, ini merupakan salah satu
tulisan unfaedah yang kalian baca. Maafkan saya. Ahahahahh… sampai jumpa di
cerita-cerita selanjutnya…

Komentar
Posting Komentar