Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Tujuan Awal Kantong Kresek Diciptakan

Kantong kresek a.k.a kantong plastik Haloo internet, selamat dateng lagi ke blog ala-ala aduhaii ini, semoga kamu tetep bahagia ya hari ini, aamiin.  Oke, kali ini saya mau nulis info yang bermanfaat dikitlah buat klean.. Saya mau ngasi tau kalian sebenernya buat apa pencipta kantong kresek nyiptain kantong kresek. Permasalahan sampah plastik sekarang tuh udah bikin banyak orang merinding. Bayangin aja, ilmuan bilang kalo pada tahun 2050 diperkirakan jumlah plastik di lautan akan lebih banyak daripada jumlah ikan!  Oh nooo! Salah satu penyumbang sampah plastik paling banyak itu ternyata adalah plastik kresek. Gimana enggak?  kita beli bakso dapet kresek, beli cendol dawet pake kresek, beli indomi yang udah dibungkus plastik juga dibonusin kresek, beli sayur, kentang, ikan, labu, cabe, tomat, bawang, dan semua-muanya di pasar pasti pulang bawa banyak kantong kresek. Kresek tuh ada dimana-mana, udah kaya si dia aja, mau pergi ke ujung dunia pun tetep ada di...

Kamu Dan Perasaanku Yang Aduh..

Nonton teater "Kamu dan Perasaan-perasaanku yang Aduh" Oke internet, kali ini saya akan cerita tentang pengalaman saya menonton pertunjukan teater. Mungkin bagi kebanyakan orang di sekeliling saya menonton teater nggak terlalu asyik dibanding menonton film di bioskop atau pergi ke wahana bermain seperti Dufan. Bagi saya teater adalah hiburan tersendiri yang tidak bisa dibandingkan dengan yang lain. Saya sangat suka menyaksikan live action dan live panggung yang disajikan. Saya termasuk orang yang kagum dengan kerja tim belakang panggung sebuah pertunjukan teater. Mereka cepat, mereka tepat, dan mereka lincah. Nggak kebayang deh gimana jadinya sebuah pertunjukan teater kalo mereka nggak profesional. Pertama kali saya nonton teater itu dulu pas awal-awal masuk SMA. Saya diajak temen saya ke festival apa gitu (saya lupa) di kota Bogor. Kami nonton teater yang berkisah tentang kehidupan sodara-sodara jauh kita di jalur Gaza. Pertunjukan itu sangat berkesan di hati ...

Menuju Rumah Minim Sampah #belajarzerowaste

Stop denying, our earth is dying! Begitulah slogan yang selalu tergiang di kepala saya setelah selesai menonton sebuah video dokumenter mengenai pemanasan global dan pencemaran lingkungan yang sekarang ini sudah sangat menghawatirkan. Setelah itu hati saya tergerak untuk membaca sebuah buku mengenai gaya hidup zero waste. Judulnya #belajarzerowaste Menuju Rumah Minim Sampah karya mbak DK Wardhani. Saya membeli buku ini  online  langsung kepada penulisnya karena buku ini diterbitkan secara indie. Kalo tidak salah harganya sekitar Rp 105000. Secara fisik buku ini memiliki dimensi 15x23cm dan 180 halaman. Buku yang saya punya adalah cetakan pertama: Agustus 2018. Sebenarnya saya membeli buku ini bulan Februari dan selesai membacanya pada bulan itu juga. Sekrang saya baru membuat reviewnya,  hehe.. Di dalam buku ini mbak Dini menyebutkan secara gamblang apa yang sebenernya terjadi pada sampah-sampah yang kita produksi setiap harinya. Kemana perginya sampa...

Mindfulness Life Diary Begins

somewhere only i know Haloo internet, halo juga kamu pembaca setia.. sekarang di luar sedang mendung, seperti akan turun hujan lebat malam ini. Tentu saja saya sangat senang, saya sangat senang dengan malam yang dibumbui hujan. Hujan selalu sangat menyenangkan. Tapi kadang saya juga ingat lalu kasihan dengan orang-orang yang tak punya tempat berlindung yang layak dan aman dari percikan hujan dan dinginnya udara yang datang bersamanya. Oke, kali ini saya akan menceritakan pengalaman memulai menganut gaya hidup berkesadaran. Maksudnya adalah menjalani hidup dengan sadar lahir dan batin terhadap apa-apa saja yang dilakukan. Kita semua tau hidup ini cuma satu kali, jadi saya ingin melakukan hal-hal yang penting-penting saja. Saya tidak mau membuang-buang waktu, tenaga, kesempatan, dan sumber daya lainnya untuk kegiatan unfaedah ataupun kegiatan-kegiatan yang mendatangkan mudorat.  Saat menerapkan gaya hidup berkesadaran, beberapa pola berikut ini adalah dasarnya: Zero w...

BBT #36 Purwokerto

Saya, Nia, dan Kaori (dan Pancar yg nyembul dari dalem jamban) di icon kampus vii Poltekes Semarang Haloo lagi internet! Lama tak cerita-cerita.., apa kabar kamu hai pembaca setia? semoga sedang baik-baik saja ya. Semoga sedang sehat-sehat saja, sehat badannya, sehat jiwanya, sehat pula dompetnya, hehe..  Kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan mengikututi Business Basic Ttraining #36 yang diselenggarakan oleh Pesantren Bisnis Indonesia a.k.a PBI. Perjalanan dimulai saat berangkat dari Pamulang pada hari kamis subuh. Kami berangkat menggunakan mobil pribadi. Kami menempuh perjalanan lewat jalur pantura dan keluar di Brebes. Lalu mengarah ke selatan melalui jalan raya. Kegiatan BBT #36 diselenggarakan di kampus VII Poltekes Semarang, di kecamatan Baturraden-Purwokerto. Kami sampai disana kira-kira jam 3 sore. Kami langsung sholat Ashar berjamaah dan menjamak sholat zuhur di masjid yang ada di kampus itu, masjid Fatimah namanya. Masjid Fatimah berdiri di atas ...

Jalan Dimana Hidayah Turun Lewat Kepala Masuk Ke Hati

Suatu malam, dini hari pukul 00.00 tepatnya, di rest area KM 164 tol Cipali. Saya mengobrol panjang lebar dengan seorang saudara. Obrolan kami cukup menarik, mulai dari bahasan tentang buku-buku bagus, film, perilaku sosial, sejarah, perkembangan teknologi, sampai kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan. Dari obrolan yang nyaris berlangsung selama 3 jam itu, saya berpikir lebih banyak lagi mengenai eksistensi diri. Lalu bermunculan pertanyaan sederhana yang sangat sulit ditemukan jawabannya di kepala. Apa yang sedang saya lakukan? Mengapa saya lakukan ini? Untuk apa sebenarnya saya lakukan? Apa yang sebenarnya saya inginkan? Kenapa saya hidup? Kenapa Tuhan menciptakan saya? Kenapa Tuhan menciptakan saya yang begini, disini, bersama orang-orang ini? Saya sadar, pikiran saya belum sekuat dan seluas itu untuk mendapatkan semua jawaban. Lalu dari puing-puing pengetahuan dan pengalaman selama ini, perlahan saya mulai masuk ke jalur-jal...