Suatu malam, dini hari pukul 00.00 tepatnya, di rest area KM 164 tol Cipali. Saya mengobrol panjang lebar dengan seorang saudara. Obrolan kami cukup menarik, mulai dari bahasan tentang buku-buku bagus, film, perilaku sosial, sejarah, perkembangan teknologi, sampai kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan.
Dari obrolan yang nyaris berlangsung selama 3 jam itu, saya berpikir lebih banyak lagi mengenai eksistensi diri. Lalu bermunculan pertanyaan sederhana yang sangat sulit ditemukan jawabannya di kepala.
Apa yang sedang saya lakukan?
Mengapa saya lakukan ini?
Untuk apa sebenarnya saya lakukan?
Apa yang sebenarnya saya inginkan?
Kenapa saya hidup?
Kenapa Tuhan menciptakan saya?
Kenapa Tuhan menciptakan saya yang begini, disini, bersama orang-orang ini?
Saya sadar, pikiran saya belum sekuat dan seluas itu untuk mendapatkan semua jawaban. Lalu dari puing-puing pengetahuan dan pengalaman selama ini, perlahan saya mulai masuk ke jalur-jalur jawaban yang terbuka dan saling terhubung.
Dunia ini adalah permainan dan senda gurau. Manusia singgah ke dalamnya hanya sebentar saja. Tuhan menciptakan manusia hanya untuk beribadah.
Dari sana saya mengibaratkan kehidupan dan dunia ini adalah benar-benar permainan, layaknya yang diciptakan oleh manusia seperti video game. Seorang programmer menciptakan video game hanya untuk permainan. Tak lupa pula menciptakan tokoh-tokoh di dalam game tersebut. Setiap tokoh akan diberi peran, karakter, dan tugas/misi masing-masing.
Ada tokoh yang diprogram misinya untuk menebang kayu saja, ada yang diprogram untuk menjadi pedagang di pasar, ada yang diprogram untuk menjadi pencuri, ada yang diprogram menjadi pahlawan, raja, tukang masak, tukang bersih-bersih, tukang bangun rumah, paramedis, guru, pengemis, dan masih banyak lagi.
Semua satu kesatuan program itu akan menghasilkan sebuah miniatur kehidupan dalam bentuk sebuah video game. Nahh... Bagaimana kalo kehidupan kita ini sebenernya memang seperti itu?
Tuhan menciptakan dunia, menciptakan manusia dengan berbagai macam karakter dan peran dengan proses penciptaan yang jauuuh lebih cerdas daripada pemrograman sebuah video game. Tuhan menciptakan manusia dengan latar belakang tertentu, diturunkan di tempat tertentu, dengan misi tertentu. Dan berkat teknologi tuhan yang super cerdas, manusia-manusia yang sudah punya takdir ini bisa mengembangkan dan memilih takdirnya sendiri. Tentu saja dengan segala aturan main dan konsekuensinya.
Tuhan menciptakan kita, menciptakan saya, masuk ke dalam dunia ini bersama karakter dan sebuah misi. Tuhan merahasiakan misi itu dari saya. Saya harus mencarinya dan melaksanakannya dengan tenggat waktu tertentu, 63 tahun misalnya (standar umur hidup umat nabi Muhammad Saw.). Berhasil atau pun tidak, saya harus kembali menghadap Tuhan jika waktunya sudah habis. Mengajukan laporan dan pertanggungjawaban atas misi yang ditugaskan kepada saya. Dan tentu saja ada harga untuk sebuah misi, yaitu hidup selamanya di surga bagi yang berhasil dan kekal di neraka bagi yang gagal.
Saya merinding...
Apa benar seperti itu?
Lalu...
Misi saya apaaaa... YA ALLAH??
Umur saya udah 22 tahun, apa saya udah on the right track dalam misi saya?
Ya Allah please kasi petunjuk...
Nah, kalo mau dikasi petunjuk ya harus deket dong sama Tuhan, cari muka sama Tuhan. Lakukan hal-hal yang disukai Tuhan. Untung Tuhan ngasi manual book manusia, yang isinya lengkap banget, semuanya ada, bisa dijadikan pegangan buat survive dalam rangka mencari dan menjalankan misi di dunia ini. Nama bukunya adalah Al-Quran.
Untung lagi ada Islam, agama yang landasannya Al-Quran. Agama yang ngebahas gimana caranya bertindak-tanduk dan berjalan di atas dunia ini sesuai aturan Tuhan. Karena bersumber dari Tuhan, Islam itu semuanya tentang yang baik-baik, tentang yang benar-benar, tentang yang adil-adil, tantang yang indah-indah. Tentu saja dengan catatan kita harus benar-benar memahaminya dari sumber yang benar.
Oke, kepala saya udah nut cenut nut, jadi cukup sampai disini dulu ya.. sampai jumpa di tulisan-tulisan lainnya..
![]() |
| Di rest area KM 164 tol Cipali |

Komentar
Posting Komentar