Saya teringat pesan nenek saya dahulu, saat saya beralasan ini itu untuk tidak pergi mengaji subuh. Saya bilang saya mau saja pergi ngaji subuh, tapi saya sedang tidak enak badan, saya juga masih ada PR yang belum selesai, saya bilang bisa saja guru ngajinya nggak dateng, bisa saja teman saya juga nggak pada dateng karena kami ada PR, saya begini, saya begitu.. Biarpun demikian, saya tetap meyakinkan nenek bahwa saya mau mengaji. Saya tidak mau nenek menganggap saya malas mengaji. Saya juga tidak mau berdosa karena bolos mengaji. Tanggapan nenek waktu itu hanya dengan sebuah pernyataan. Kira-kira begini katanya: " Nak? Pe tak nak? Kalu nak, seribu daye. Kalu tak nak, seribu dalih. " Jika ditranslate ke bahasa Indonesia, artinya adalah: "Mau? Atau tidak mau? Kalo mau, akan ada seribu cara. Kalo nggak mau, akan ada seribu alasan." Sekarang ini baru saya mengerti makna dari kata-kata itu. No Excuse . Jika kita benar-benar menginginkan sesuatu, jika kit...
Hanya catatan-catatan Esnida Oktavia