Kali ini saya mau sedikit share pengalaman pas ikut nganterin bantuan buat korban banjir dan tanah longsor di awal tahun baru 2020. Kami membuka penggalangan dana secara online, membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin membantu para korban. Berupa materi seperti pakaian, obat-obatan, makanan, uang, dll. Alhamdulillah donasi yang terkumpul lumayan banyak. Berupa uang sekitar 25 juta dan juga pakaian.
uang itu kemudian kami belanjakan barang-barang kebutuhan korban banjir. Seperti makanan, selimut, handuk, peralatan sholat, popok bayi, genset, dll. Kegiatan kami terbagi menjadi 3 agenda. Yaitu ke Tangerang, Bekasi, dan Kabupaten Bogor.
Perjalanan pertama kami mulai pada hari kamis tanggal 2 Januari. Sebelum berangkat ke lokasi bencana, kami berbelanja dulu kebutuhan korban banjir yang akan disalurkan. Saat itu kami baru mulai gerak buat belanja sehabis magrib.
![]() |
| keseruan berbelanja kebutuhan korban banjir |
Kami selesai berbelanja hampir jam 9 malam. Lalu langsung berangkat ke lokasi dengan membawa barang-barang tersebut. Saat itu kami pergi ke daerah Tangerang. Saya lupa daerah apa namanya. Yang jelas, kami baru sampai ke lokasi sekitar jam 12 malam.
Kondisinya sangat gelap. Semua listrik di sepanjang jalan menuju daerah itu dipadamkan. Hujan gerimis dan suasana yang sangat sepi juga sempat membuat kami ragu. Kami sempat beberapa kali kehilangan arah karena maps online tidak berfungsi. Setelah sampai pun, kami tidak banyak aksi.
Keesokan harinya, pada jumat 3 Januari 2020, kami kembali berbelanja kebutuhan korban. Yang sedikit berat adalah membeli genset. Genset adalah salah satu barang yang diminta oleh para korban di lokasi yang akan kami datangi di daerah Bekasi.
Kami berangkat menuju lokasi sekitar pukul 4 sore, dan tiba disana sekitar pukul 8 malam. Perjalanan memang agak lama karena kami menempuh jalan raya alias tidak lewat tol.
![]() |
| persiapan berangkat ke lokasi banjir daerah Bekasi |
![]() |
| Bersama perwakilan korban banjir di daerah Bekasi |
Agenda perjalanan ke-3 kami laksanakan pada hari jumat minggu depannya. Yaitu pada tanggal 10 Januari 2020. Kegiatan berbelanja kami mulai pada kamis malam.
![]() |
| Saat menunggu taksi di depan super market |
Keesokan harinya pada jam 6 pagi, kami sudah berangkat menuju lokasi banjir dan longsor ke daerah kabupaten Bogor. Perjalanan kami tempuh kurang lebih 4 jam. Medan yang kami lewati pun cukup ekstrim. Lumpur masih dimana-mana. Jalanan yang menanjak, berkelok dan sempit juga sempat membuat nyali saya sedikit ciut.
![]() |
| Kondisi jalan menuju lokasi |
![]() |
| Kondisi desa Harkatjaya pasca diterjang banjir |
![]() |
| Pemberian bantuan makanan dan logistik lain kepada korban banjir |
![]() |
| Saat istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan |
![]() |
| Pemberian bantuan berupa sembako |
![]() |
| Selfi ala-ala relawan (dari kiri: Bunda Fitri, saya, Oby) |
Oke, segini aja cerita ala-ala relawan kali ini. Banyak banget pelajaran yang bisa saya petik pada pengalaman kali ini. Salah satunya adalah mudah saja bagi Allah untuk mengambil apa yang telah dititipkan-Nya kepada kita.
Bisa jadi hari ini kita sedang duduk dengan tenang di meja belajar, menuliskan sedikit cerita pengalaman sambil menikmati lagu enak dan segelas teh hangat, lalu besok kita kebingungan dan ketakutan karena terjadi bencana dahsyat malam nanti.
Jadi, syukuri semuanya, dan jangan buang-buang waktu. Jadikan waktu sebagai kesempatan untuk bertobat, untuk berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya, untuk memberikan manfaat seluas-luasnya. Kita nggak tau sampai kapan nyawa ini masih bertahan tetap menempel di badan.
Tapi jangan juga kandas harapan dan putus asa. Harapan itu selalu ada, dan kabar baiknya adalah, Allah itu maha penyayang. Kita akan selalu dilindungi dan selalu diberikan yang paling baik untuk kita.
Oke, oke, saya cukupkan sampe sini aja. Sampai jumpa di tulisan lainnyaaa~










Komentar
Posting Komentar