Langsung ke konten utama

Ikut Training PPA (Pola Pertolongan Allah)

dar kiri: bunda Fitri, Mawar, Melis, saya, Teh Ibah

Haloo lagi teman per-internet-an duniawikuhh... apa kabar kamu? semoga baik-baik saja ya.
Kali ini saya akan cerita tentang pengalaman ikut training PPA alias Pola Pertolongan Allah. Sebenernya saya ikut agenda ini pada tanggal 21 Desember 2019, tapi baru terniat nulis ceritanya hari ini hehe... Oke kita mulai aja.

Jadi temen-temen, ini tuh adalah semacam training motivasi untuk menyadarkan kita (umat muslim) biar kembali ke jalan yang benar. Ya, kembali ke jalan yang benar sesuai fitrah seorang muslim. Kembali ke jalan yang benar setelah terombang-ambing di dalam kehidupan per-duniawi-an yang tak jelas pangkal ujungnya ini.

Seperti training motivasi pada umumnya, disana saya dibuat nangis, inget dosa, inget Tuhan, ingat mati. Tapi yang paling saya syukuri adalah, kali ini tangis saya bukan sekedar tangisan buaya. Saya merasa training kali ini berhasil menyadarkan saya, sehingga sedikit demi sedikit muncul perubahan pada diri saya.

Disana saya diajarkan menanamkan mindset seorang hamba sejati, total berserah diri pada Tuhan. Saya diajari konsep hidup untuk mengarungi dunia ini sesuai dengan tujuan Tuhan menciptakan saya, diberi tau pola-pola pertolongan-Nya agar selamat sampai ke akhirat.

Ada 5 poin dasar yang dibagikan lewat training ini, antara lain:

Niat kuat, lurus, murni. kuncinya: luaskan
Maksudnya adalah, pertolongan Allah itu akan datang ketika kita memiliki niat yang kuat, lurus, dan murni. Ini berlaku untuk semua hal, dari urusan pribadi sampai urusan umat seperti membangun sebuah bisnis. Agar semua yang kita lakukan bernilai ibadah plus sukses di dunia, maka harus melibatkan Allah. Lakukan semuanya buat Allah, jadikan Allah sebagai tujuan, sebagai teman, sebagai penolong, dalam setiap napas yang kita hembuskan sampai langkah yang kita ayunkan.

Ikhtiar iman maksimal. kuncinya: enyahkan berhala
Maksudnya adalah kita berikhtiar semaksimal mungkin, sekuat yang kita mampu. Mengerahkan segenap kemampuan yang bisa kita usahakan. Namun tetap menyerahkan hasil kepada Allah, karena semua yang terjadi adalah kehendak Allah. Dengan kata lain, fisiknya bergerak maksimal, hatinya berserah  maksimal juga.
Ada satu kata-kata yang menurut saya bagus banget dan bisa memotivasi saya, yaitu: outer fighter, inner peaceful.

Huznudzon (berbaik sangka). kuncinya: positive feeling
Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya. Sekalipun kadang kita tidak menyukai apa yang terjadi, tetap saja itu adalah yang terbaik yang diberikan Allah untuk hambanya. Kita hanya tidak tau saja sebab akibat suatu kejadian, bisa jadi suatu waktu saat kita tau maksudnya, kita akan berurai mata sambil berucap syukur tak terkira. Maka dari itu kita harus berpikir dan berprasangka baik terus terhadap ketentuan Allah.

Total grateful. kuncinya: no tendention
Bersyukur sepenuhnya, bersyukur atas apapun yang kita punya dan yang kita tidak punya. Karena hanya dengan bersyukur kita akan merasa bahagia, hanya dengan bersyukur kita akan merasa tenang. Kunci untuk menjadi ahli syukur adalah dengan merasa tidak memiliki apapun. Kita harus menganggap semua yang kita punya hanyalah titipan. Misalnya, kita punya tangan atau kita punya mata, rasakan lah semua itu hanyalah titipan. Jika Allah ingin mengambil tangan atau mata kita, maka mudah saja bagi-Nya. Dengan bersyukur, kita akan selalu merasa bahagia, kita akan selalu merasa beruntung dan merasa selalu dicintai.

Buka semua pintu rezeki
Setiap kali Allah manghadirkan mahluk di bumi ini, Allah juga melengkapinya dengan seluas-luasnya rezeki. kuncinya satu, mahluk itu hanya harus bergerak. Bahkan ketika usaha bergerak kita tak sejalan dengan hasil yang kita inginkan, Allah akan menolong saat kita percaya pada-Nya.

Seperti cerita sa'inya siti Hajar. Usaha beliau bolak-balik diantara Shofa-Marwah, kalo dipikir pake logika, tak berguna sekali. Masa nyari air sampe bolak-balik 7 kali di tempat yang sama? Saya rasa, bolak-balik 2 kali saja sudah cukup untuk memastikan tidak ada air disana. Namun, sebenarnya bukan air yang dicari olah Siti Hajar. Beliau sudah tau bahwa tidak mungkin ada air di lembah itu. Yang beliau cari adalah sang pemilik air, Allah. Beliau ingin menunjukkan bahwa beliau berusaha, beliau bergerak, dan yakin Allah melihat usahanya. Sampai timbul lah mata air zam-zam di bawah kaki Ismail sedang berbaring. Pokoknya tetap berusaha walau sekepepet apapun.

Oke, kayanya udah puuuanjang bener ya cerita kali ini. Dan sebenernya, apa yang tertulis ini belum mewakili trainingnya. Kalian harus ikut mersakan langsung, saya merekomendasikan sekali training ini. Oiya, harga trainingnya lumayan mahal sih btw, kisaran Rp1,5 jt/sesi (1 hari penuh). Tapi alhamdulillah kemaren saya bisa ikut gratis karena sekalian jadi volunteer acara itu, hehe.. dan beruntungnya (lagi) yang ngisi training adalah foundernya langsung, yaitu mas Reza Rendy. Plus bonus bisa kenalan sama mbak Ibah (istrinya mas Reza Rendy)

Udah, udah, sampe sini aja ya ceritanya, sampai jumpa di cerita-cerita lainnya...

Komentar