Langsung ke konten utama

Tinggal Pilih



Saya teringat pesan nenek saya dahulu, saat saya beralasan ini itu untuk tidak pergi mengaji subuh. Saya bilang saya mau saja pergi ngaji subuh, tapi saya sedang tidak enak badan, saya juga masih ada PR yang belum selesai, saya bilang bisa saja guru ngajinya nggak dateng, bisa saja teman saya juga nggak pada dateng karena kami ada PR, saya begini, saya begitu..

Biarpun demikian, saya tetap meyakinkan nenek bahwa saya mau mengaji. Saya tidak mau nenek menganggap saya malas mengaji. Saya juga tidak mau berdosa karena bolos mengaji.

Tanggapan nenek waktu itu hanya dengan sebuah pernyataan. Kira-kira begini katanya: "Nak? Pe tak nak? Kalu nak, seribu daye. Kalu tak nak, seribu dalih." Jika ditranslate ke bahasa Indonesia, artinya adalah: "Mau? Atau tidak mau? Kalo mau, akan ada seribu cara. Kalo nggak mau, akan ada seribu alasan."

Sekarang ini baru saya mengerti makna dari kata-kata itu. No Excuse. Jika kita benar-benar menginginkan sesuatu, jika kita benar-benar menuju sesuatu, jika kita serius melakukan sesuatu, maka tak akan pernah ada alasan untuk tidak memperjuangkannya.

Hal ini langsung merefleksi kepada diri saya sendiri. Saya banyak berkata saya ingin membangun usaha, saya ingin berkarya, saya ingin tetap di jalan Allah. Nyatanya, secara sadar, saya masih banyak sekali beralasan. Kurang ini lah, kurang itu lah, tidak bisa ini lah, tidak bisa itu lah, mereka begini lah, dia begitu lah, banyak sekali alasan.

Saya lalu bertanya kembali ke dalam diri saya, apakah ini yang benar-benar saya inginkan? Lalu, saya putuskan bahwa, Ya. Ini memang yang saya inginkan. Jadi, sekarang saya memilih untuk mencari seribu cara untuk tetap berjuang. Tak ada dalih lagi! No excuse!

Komentar