Langsung ke konten utama

Memulai Kebiasaan Baik


Ini sebenarnya masalah mental, tak perduli tahun baru atau bukan, kalau mau memulai kebiasaan baik ya mulai saja. Tapi tahun baru adalah momen yang bagus untuk memulai hal baru. Di sana ada energi dan semangat besar untuk memulai sesuatu.

Di tahun 2022 ini, aku punya tiga resolusi utama dan beberapa resolusi pendamping. Di antara resolusi pendamping itu adalah memulai (lagi) kebiasaan-kebiasaan baik. Karena di tahun-tahun sebelumnya aku sudah melakukan kebiasaan ini, tapi masih tidak konsisten.

Ada beberapa hal yang aku evaluasi dari ketidak konsistenanku dulu. Diantaranya adalah,
  • tidak menghilangkan kebiasaan buruk. Kebiasaan baik hanya bisa dilakukan jika aku berhenti melakukan kebiasaan buruk. Jika waktu ku habiskan untuk melihat sosial media, aku jadi tidak punya waktu untuk membaca buku. Ketika aku terus saja punya akses pada junk food, aku tidak akan bergerak menyiapkan makanan sehat.
  • Targetnya terlalu berat. Mulai dulu dari yang paling ringan, ambil sampel, dan ukur kemampuan. Aku berhenti membaca Al-Quran 1 juz perhari, karena terasa berat. 
  • Tidak ada cheat day. Aku terlalu percaya dengan kata-kata "don't break the chain", jangan putuskan rantainya. Kebiasaan yang sudah kulakukan hampir tiga minggu berturut-turut tiba-tiba absen karena ada acara mendadak. Setelah sekali melanggar aku menganggap semua sudah berakhir, dan kebiasaan itu sepenuhnya aku tinggalkan. Padahal seharusnya aku langsung mulai lagi kebiasaan itu, putus lagi, mulai lagi, putus lagi langsung mulai lagi.
  • Berhutang kepada hari esok. Misalnya, aku tidak membaca buku hari ini, maka aku berjanji akan membaca dua kali lipat besok. Sebut saja targetku adalah membaca 40 halaman buku perhari, selama -/+ 1,5 jam. Akan menjadi 80 lembar selama 3 jam, ketika melanggar sekali saja.
Dan berikut beberapa hal yang aku mulai lakukan untuk menjaga konsistensi:
  • membuat not-to-do-list. Tujuannya adalah menghilangkan kebiasaan buruk, sehingga ada ruang untuk melakukan kebiasaan baik.. Misalnya, aktivitas yang tidak boleh aku lakukan hari ini adalah: tidak boleh membuka instagram, tidak boleh makan gorengan, tidak boleh tidur setelah subuh.
  • Pasang umpan. Aku susah sekali bangun untuk sahur puasa senin kamis. Maka malam sebelumnya aku menyiapkan menu makan sahur yang sangat aku sukai. Menu ini spesial, hanya boleh dimakan saat sahur, tidak boleh di waktu yang lain.
  • Don't trust your future self. Jagan menunda, kerjakan sekarang atau tinggalkan sama sekali. Jika aku tidak mau mengerjakannya hari ini, aku juga tidak akan mau mengerjakannya besok. Contohnya menyimpan bahan-bahan bacaan atau berjanji makan sayur minggu depan, itu sama sekali tidak akan terjadi. Don't trust your future self!
  • Membuat habit tracker. Aku membuatnya manual di buku jurnal pribadi. Ini menjadi salah satu kepuasan bagiku ketika mencentang kebiasaan yang sudah aku kerjakan. Formatnya seperti ini:

Segini aja dulu cerita-ceritanya. Semoga ini menjadi pengingat bagiku, kan malu udah terlanjur pamer di internet tapi malah banyak bolong lagi kebiasaannya.

Komentar