Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Donor

Minggu, 24 April 2022. Pertama kalinya aku merasakan donor darah saat puasa di bulan Ramadan. Hari ini memang sudah masuk tanggal donor rutinku, aku sempat ragu apakah akan mendonorkan darah sekarang atau nanti-nanti saja setelah Ramadan berakhir? Sebabnya jelas karena khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada tubuhku. Aku khawatir akan mual-muntah atau yang lebih parah adalah pingsan. Dua-duanya pasti membuatku harus membatalkan puasa. Namun, sejak bagun tidur pagi tadi, aku merasa sangat sehat dan punya keyakinan bahwa aku kuat dan bisa donor darah di bulan puasa. Akhirnya aku berangkat juga ke PMI Tangsel sekitar jam 11 siang. Setelah sampai PMI, aku langsung mengisi buku tamu dan mengisi formulir donor. Aku mengantri sekitar 10 menit untuk diperiksa tekanan darah dan kandungan hemoglobin darah. Keyakinanku ternyata benar. Hb darahku bagus dan tekanan darahku stabil. Aku diterima untuk mendonor. Tapi sebenarnya tadi petugas yang memeriksaku agak ragu. Karena aku sedan...

Untuk Anak-anakku (bagian 2)

Tidak sadar aku, ternyata satu tahun sudah berlalu sejak aku memposting sebuah tulisan yang berjudul Untuk Anak-anakku. Aku menulisnya tepat pertengahan Ramadan tahun lalu. Malam ini juga pertengahan Ramadan. Tanggal 15 tepatnya. Bulan pun menjadi purnama, bulat bersinar meski kurang cemerlang. Mari kita mulai lagi tulisan dengan tema ini. Terkhusus kepada anak-anakku, malam ini ibu memutuskan untuk kembali menyapa kalian. Semoga kalian cukup mengerti kenapa ibu melakukan ini. Anakku, tadi sore sehabis magrib, adik ibu yang bernama Veni bilang di grup WhatsApp keluarga kalau rambutnya banyak rontok. Sekarang dia sedang tinggal di asrama sekolahnya. Di SMAN Sumatera Selatan, salah satu SMA terbaik di Sumatera Selatan, dan dia dapat full beasiswa. Saat adik ibu mengatakan rambutnya banyak rontok, ibunya ibu (nenek kalian) langsung merespon dengan nada khawatir. Beliau langsung menyuruh Veni untuk memeriksakan diri ke klinik sekolah. Sepertinya beliau takut sekali terjadi sesuatu pada ana...

Hobi

Minggu lalu, untuk pertama kalinya aku memperkenalkan diri kepada orang baru dengan menyebutkan bahwa hobi ku adalah tidur. Selama ini aku selalu mengatakan bahwa hobi ku adalah membaca buku. Tapi ternyata itu tidak terlalu benar. Aku memang sering membaca buku, aku meluangkan minimal 1,5 jam perhari untuk membaca buku, aku memang sudah membaca lumayan banyak buku. Tapi ternyata aktivitas membaca ku bukanlah hobi. Aku memang sering membaca buku, tapi aku tidak terlalu menyenanginya. Bukankah hobi adalah sesuatu yang disenangi dan sering dilakukan? Sama seperti makan. Aku sering makan, setiap hari malah. Tapi aku tidak terlalu menyukai aktivitas makan. Aku makan hanya supaya tidak pusing dan tidak kelaparan. Aku makan supaya punya energi untuk beraktivitas. Tapi, kadang-kadang aku juga sangat menyukai aktivitas makan ketika aku bertemu makanan yang enak. Bagiku kini, membaca buku itu sama saja dengan makan. Aku membaca buku untuk memberi pencerahan pada pikiranku, agar aku tidak bodoh. ...

Keinginan

Tunas kecil yang menolak mati Dulu aku meminta sepucuk tunas kecil tanaman dari tetangga sebelah rumah. Tunas yang sudah punya tiga lembar daun. Tingginya tak lebih besar dari telapak tanganku. Ku tanam, kuberikan tanah terbaik yang kudapat, kuberi vas cantik yang dibuat sendiri, ku siram air secukupnya, ku taruh di dekat jendela, bahkan ku ajak dia berbicara dan ku bacakan buku-buku di dekat daun-daunnya. Dia tumbuh subur, sehat, dan bahagia. Daunnya berwarna halus dengan ukuran besar-besar, batangnya kokoh, cengkraman akarnya juga sangat kuat. Dia memancarkan aura kebahagiaan, aku pun jadi ikut bahagia ketika melihatnya. Ia terus bertumbuh, terus mengusung daun dan menjadi rimbun. Vas yang kecil pun tak bisa lagi menampungnya. Ku pindahkan ia ke vas yang lebih besar. Lalu ku pindahkan lagi ia ke tempat yang lebih besar. Ku taruh ia di ember yang sudah ku cat warna putih. Ia terus tumbuh, daunnya pun sudah hampir mencapai 30. Namun suatu waktu aku melakukan kesalahan. Ku taruh ia di ...