Langsung ke konten utama

Postingan

Tinggal Pilih

Saya teringat pesan nenek saya dahulu, saat saya beralasan ini itu untuk tidak pergi mengaji subuh. Saya bilang saya mau saja pergi ngaji subuh, tapi saya sedang tidak enak badan, saya juga masih ada PR yang belum selesai, saya bilang bisa saja guru ngajinya nggak dateng, bisa saja teman saya juga nggak pada dateng karena kami ada PR, saya begini, saya begitu.. Biarpun demikian, saya tetap meyakinkan nenek bahwa saya mau mengaji. Saya tidak mau nenek menganggap saya malas mengaji. Saya juga tidak mau berdosa karena bolos mengaji. Tanggapan nenek waktu itu hanya dengan sebuah pernyataan. Kira-kira begini katanya: " Nak? Pe tak nak? Kalu nak, seribu daye. Kalu tak nak, seribu dalih. " Jika ditranslate ke bahasa Indonesia, artinya adalah: "Mau? Atau tidak mau? Kalo mau, akan ada seribu cara. Kalo nggak mau, akan ada seribu alasan." Sekarang ini baru saya mengerti makna dari kata-kata itu. No Excuse . Jika kita benar-benar menginginkan sesuatu, jika kit...

Potek Urang Teh

Haloo teman internet.. keur potek urang teh.. kalo ditranslate ke bahasa Indonesia, itu artinya: lagi patah hati nih saya. Yeah, saat ini saya sedang patah hati. Kenapa eh kenapa? Karena eh karena, saya ditolak oleh 5 orang sekaligus! woah.. emang ngapain sampe ditolak 5 orang? Gini ceritanya, Pas kemaren hari selasa tanggal 14 Januari saya ikut kelas TFM. Sejenis kelas pembentukan mindset pengusaha sekaligus perencanaan membangun dan mengembangkan usaha masing-masing. Disana saya kembali tercerahkan dan recharge semangat buat serius bikin usaha. Disana semua peserta juga sempat ditanya udah punya usaha apa atau mau mengembangkan usaha di bidang apa? Semua orang menyebutkan bidang usaha yang pengen mereka kembangkan. Kecuali saya, saya sangat tidak pede karena saya takut cuma omong kosong lagi yang keluar dari mulut saya. Lalu setelah acara itu selesai. Saya lanjut datang ke rumah salah satu guru kehidupan saya. Disana saya cerita tentang diri saya yang plan bisnisny...

Menjadi Relawan Banjir Tahun Baru

Kali ini saya mau sedikit share pengalaman pas ikut nganterin bantuan buat korban banjir dan tanah longsor di awal tahun baru 2020. Kami membuka penggalangan dana secara online, membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin membantu para korban. Berupa materi seperti pakaian, obat-obatan, makanan, uang, dll. Alhamdulillah donasi yang terkumpul lumayan banyak. Berupa uang sekitar 25 juta dan juga pakaian.  uang itu kemudian kami belanjakan barang-barang kebutuhan korban banjir. Seperti makanan, selimut, handuk, peralatan sholat, popok bayi, genset, dll. Kegiatan kami terbagi menjadi 3 agenda. Yaitu ke Tangerang, Bekasi, dan Kabupaten Bogor. Perjalanan pertama kami mulai pada hari kamis tanggal 2 Januari. Sebelum berangkat ke lokasi bencana, kami berbelanja dulu kebutuhan korban banjir yang akan disalurkan. Saat itu kami baru mulai gerak buat belanja sehabis magrib.  keseruan berbelanja kebutuhan korban banjir Kami selesai berbelanja hampir jam 9 malam. Lalu la...

Teman Per-ibu-ibu-an

Haloo lagi internet! Apa kabar? Masih sehatkan jiwamu? Tetap kuat yaaa. Hidup ini kadang memang tidak mudah. Jangan menyerah, terima kasih untuk tidak menyerah, saya bangga dengan mu. Oke, kali ini cerita saya adalah tentang teman-teman per-ibu-ibu-an pengajian. Saya pertama kali bergabung dan mengenal mereka dalam kegiatan belajar tahsin di  masjid Al-Mujahidin Pamulang. Kami sama-sama menuntut ilmu untuk memperbaiki bacaan Al-quran setiap sabtu pagi dari jam 06.00.  Pertemuan rutin setiap pekan ini lama-lama menjalin ikatan persahabatan yang kuat diantara kami. Kami juga beruntung karena guru kelompok kami adalah ustadzah yang sabar dan pengertian. Tidak terasa sudah 2 semester pembelajaran sudah kami lewati bersama. Dari sama-sama berada di kelas tahsin 1, kemudian lanjut ke kelas tahsin 2, dan sekarang di semester 3 kami sama-sama masuk kelas takhossus. Selain bertemu dan saling berakraban saat di kelas, kami juga beberapa kali sudah membuat acara makan-ma...

Ikut Training PPA (Pola Pertolongan Allah)

dar kiri: bunda Fitri, Mawar, Melis, saya, Teh Ibah Haloo lagi teman per-internet-an duniawikuhh... apa kabar kamu? semoga baik-baik saja ya. Kali ini saya akan cerita tentang pengalaman ikut training PPA alias Pola Pertolongan Allah. Sebenernya saya ikut agenda ini pada tanggal 21 Desember 2019, tapi baru terniat nulis ceritanya hari ini hehe... Oke kita mulai aja. Jadi temen-temen, ini tuh adalah semacam training motivasi untuk menyadarkan kita (umat muslim) biar kembali ke jalan yang benar. Ya, kembali ke jalan yang benar sesuai fitrah seorang muslim. Kembali ke jalan yang benar setelah terombang-ambing di dalam kehidupan per-duniawi-an yang tak jelas pangkal ujungnya ini. Seperti training motivasi pada umumnya, disana saya dibuat nangis, inget dosa, inget Tuhan, ingat mati. Tapi yang paling saya syukuri adalah, kali ini tangis saya bukan sekedar tangisan buaya. Saya merasa training kali ini berhasil menyadarkan saya, sehingga sedikit demi sedikit muncul perubahan pa...

Heal Yourself: Untukmu yang Pernah Terluka

Haloo lagi internet! Selamat pagi kalo bacanya pas pagi.. Oke tanpa berbasa-basi panjang, kali ini saya akan review buku lagi. Sebuah buku terbitan indi yang berjudul Heal Yourself : Untukmu yang Pernah Terluka. Penulisnya adalah mbak Novie Octaviane Mufti, seorang lulusan psikolog yang sekarang lagi menempuh pendidikan magister profesi psikologi.  Buku ini saya beli pre-order sejak sekitar bulan Oktober 2019. Dan baru sampai ke tangan saya sekitar pertengahan November 2019. Harganya standar saja, yaitu Rp 78.000; ditambah ongkir jadi sekitar 90 ribuan. Saya membaca buku ini secara maraton saja, mulai saat bukunya pertama dateng sampai selesai tadi malam. Secara fisik, buku ini berbentuk buku pada umumnya. Dengan tebal 270 halaman + XVII, Heal Yourself memiliki panjang 20 cm dan lebar 14 cm. Sangat nyaman untuk dibaca sambil rebahan, hehe.. Buku ini adalah buku ke-7 mbak Novie, dan kali ini beliau menghadirkan sisi yang selama ini belum pernah muncul dalam karya-...

Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

Oohallo teman internetku yang entah setia entah tidak, tapi tak apa-apa.. siapa peduli mau setia mau tidak.. Baiklah saya akan review buku lagi, kali ini adalah sebuah novel. Judulnya Rembulan Tenggelam di Wajahmu, karya bang Tere Liye. Novel ini udah lumayan berumur. Cetakan pertamanya terbit bulan Februari tahun 2009, which was 10 tahun lalu. Buku yang saya baca ini adalah cetakan ke 31, yaitu Maret 2017. Saya dapatkan buku ini dari meminjam dari sepupu. Seperti bentuk novel pada umumnya, buku ini berdimensi 21x13 cm, dan hanya ada 426 halaman tanpa embel-embel apapun. Tak ada daftar isi dan bla-bla-blanya. Saya membaca buku ini hanya sekitar 4 hari (karena lagi pengen aja). Saya mengkhususkan waktu sekitar 2 jam untuk membaca novel ini selama 4 hari itu. Isinya cukup menarik. Mengambil sudut pandang orang ketiga serba tau, bang Tere Liye mencoba menggambarkan bagaimana tokoh di novel ini Rey/Raihan yang berkesempatan me- rewind cerita hidupnya. Rey yang sekarang...

Kuncinya Adalah The Key

Kunci-kunci Kuncinya adalah  the key . Kira-kira begitulah kesimpulan yang saya tangkap dari pembicaraan bersama tiga orang teman tadi malam. Kami membicarakan soal apa aja yang bisa bikin seseorang berani memulai membuka usaha.  Tadi malem saya bercerita tentang rencana memulai sebuah bisnis.  Well , kalo pembaca menyimak tulisan-tulisan saya sebelumnya, pasti udah pada tau deh saya mau bikin apaan. Nah, saya nggak mulai-mulai  launching  karena masih takut-takut. Masih mikir banyak hal yang sebenernya nggak perlu dikhawatirkan. Teman saya bilang, "Kamu harus menciptakan sendiri keadaan yang membuat kamu tertantang untuk berjuang. Jangan sampai keadaan tercipta sendiri lalu memaksa kamu untuk berjuang. Rasanya akan lebih lelah dan berat ketika kita berjuang karena terpaksa". Menciptakan medan perjuangan itu sama seperti menghidupkan mesin kapal untuk memulai pelayaran. Kita melakukannya karena kita ingin, kita lakukan semata-mata karena me...

Please, jangan patah!

Oleh-oleh bootcamp ELC 2019

Hallo pemirsa.. selamat dateng lagi di blog ala-ala aduhaii ini.. Kali ini saya mau sedikit cerita tantang pengalaman yang minggu ini terjadi. It was ELC's boothcamp.  ELC adalah organisasi mahasiswa bidang kewirausahaan di kampus, dan saya masih aktif di dalamnya. Pada tanggal 22-24 November kemarin, kami melaksanakan boothcamp sebagai puncak rangkaian perekrutan anggota baru tahun 2019. Acara ini dilaksanakan di villa Puspiptek, Serpong Tangerang Selatan. Ada beberapa hal berkesan pada cerita kali ini, lumayan bikin mikir kalo ternyata saya ini benar-benar nggak ada apa-apanya. Ternyata banyak sekali hal yang terlewat dalam proses pertambahan umur saya yang hari ini sudah officially 22 tahun lebih 1 bulan. Oiya, Happy birthday to me! yey! woohoo! Hal pertama adalah mengenai kemampuan public speaking saya yang super ancurr. Saya mengkategorikan super hancur karena ketika saya diminta untuk menyampaikan sebuah materi di boothcamp, saya merasa sangat gugup. Lantas s...

Bertumbuh

Oke pemirsa budiman yang saya cintai dan saya banggakan, hihi.. Kali ini kita bertemu lagi dalam sesi review buku. Buku yang mau direview berjudul Bertumbuh. Sebuah buku yang diterbitkan oleh CV IDS dan memuat karya-karya 5 orang penulis. Yaitu Satria Maulana, Kurniawan Gunadi, Iqbal Hariadi, Mutia Prawitasari, dan Novi Ocktaviane Mufti. Buku ini saya beli dari instagram Langit-langit Creative Studio sekitar bulan Mei 2019. Harganya Rp 90.000. Buku yang saya beli adalah cetakan ke-3: Januari 2019. Buku ini berdimensi 20x14 cm dan memiliki 297 halaman + XV. Sebenernya saya sudah selesai membaca buku ini kurang lebih 1 minggu setelah sampai di tangan saya. Buku ini isinya berupa kumpulan tulisan-tulisan yang sudah pernah diterbitkan oleh penulis di blog masing-masing. Disajikan seperti hidangan makan. Lengkap dari sarapan, makan siang, cemilan, sampai makan malam. Buku ini renyah, enak, dan tentu saja berbobot. Saya sangat bersyukur berkesempatan membaca buku ini. Didal...

Cerita Awal Bisnis

Oke internet, udah agak lama ya kita tak bersua kata, ceilah.. bersua kata..  Kali ini saya mau cerita tentang perjalanan usaha bikin bisnis ala-ala et tapi serius. Gini pemirsa, sebenernya bukan hal baru bagi saya untuk memasuki dunia wirausaha. Sebelumnya saya udah pernah main-main di sana. Saya pernah jadi reseller , jadi dropshipper , saya juga pernah bikin usaha bareng temen, pernah juga sekedar kerja bantuin usaha orang lain. Tapi semua itu ujung-ujungnya mandek karena saya bosen dan males. Sombong banget ya? Bilangnya bosen sama males. Eh tapi bener loh, kegiatan-kegiatan itu bikin saya males buat gerak. Sebab utamanya adalah motivasi yang nggak kena di hati. Motivasi kebanyakan mereka yang ingin jadi pengusaha adalah ingin jadi kaya, dan saya tidak mau jadi kaya. Mereka ingin menjadi hebat, sementara saya ingin menjadi orang biasa-biasa saja. Mereka ingin menjual sebanyak-banyaknya, membuat orang menjadi pelanggan setia, membeli lagi dan lagi. Sedangkan saya ...

ASHYANG

Sudahlah Sayang, Semua ini bukan salahmu Aku maafkan lagi Aku terima segalanya Kamu jangan sedih Aku tidak marah Ayo kita belajar bersama Aku akan sabar dan terus menemani Tidak apa-apa Aku tetap sayang padamu Sayang, tolong tenangkan hatimu Tak usah takut Oke, kamu memang salah, tapi tidak apa-apa Ayo sini aku peluk Maafkan aku sudah terlalu keras padamu Ayo sini, aku peluk Sayang, Kita tetap jalan ya Jangan berhenti ya Nggak apa-apa kok salah sekarang Kita coba lagi Sayang, Kamu adalah sosok paling berharga bagiku ...

Tujuan Awal Kantong Kresek Diciptakan

Kantong kresek a.k.a kantong plastik Haloo internet, selamat dateng lagi ke blog ala-ala aduhaii ini, semoga kamu tetep bahagia ya hari ini, aamiin.  Oke, kali ini saya mau nulis info yang bermanfaat dikitlah buat klean.. Saya mau ngasi tau kalian sebenernya buat apa pencipta kantong kresek nyiptain kantong kresek. Permasalahan sampah plastik sekarang tuh udah bikin banyak orang merinding. Bayangin aja, ilmuan bilang kalo pada tahun 2050 diperkirakan jumlah plastik di lautan akan lebih banyak daripada jumlah ikan!  Oh nooo! Salah satu penyumbang sampah plastik paling banyak itu ternyata adalah plastik kresek. Gimana enggak?  kita beli bakso dapet kresek, beli cendol dawet pake kresek, beli indomi yang udah dibungkus plastik juga dibonusin kresek, beli sayur, kentang, ikan, labu, cabe, tomat, bawang, dan semua-muanya di pasar pasti pulang bawa banyak kantong kresek. Kresek tuh ada dimana-mana, udah kaya si dia aja, mau pergi ke ujung dunia pun tetep ada di...

Kamu Dan Perasaanku Yang Aduh..

Nonton teater "Kamu dan Perasaan-perasaanku yang Aduh" Oke internet, kali ini saya akan cerita tentang pengalaman saya menonton pertunjukan teater. Mungkin bagi kebanyakan orang di sekeliling saya menonton teater nggak terlalu asyik dibanding menonton film di bioskop atau pergi ke wahana bermain seperti Dufan. Bagi saya teater adalah hiburan tersendiri yang tidak bisa dibandingkan dengan yang lain. Saya sangat suka menyaksikan live action dan live panggung yang disajikan. Saya termasuk orang yang kagum dengan kerja tim belakang panggung sebuah pertunjukan teater. Mereka cepat, mereka tepat, dan mereka lincah. Nggak kebayang deh gimana jadinya sebuah pertunjukan teater kalo mereka nggak profesional. Pertama kali saya nonton teater itu dulu pas awal-awal masuk SMA. Saya diajak temen saya ke festival apa gitu (saya lupa) di kota Bogor. Kami nonton teater yang berkisah tentang kehidupan sodara-sodara jauh kita di jalur Gaza. Pertunjukan itu sangat berkesan di hati ...