Langsung ke konten utama

Postingan

Ilmu Daging

Di lingkungan pembelajar atau dimanapun tempat orang-orang banyak belajar, saya sering mendengar istilah "ilmu daging". Mereka biasanya bilang begini: "Waah, ini sih ilmu daging banget!" atau "Pertemuan ini isinya daging semua." Saya merasa mengerti apa yang mereka maksud dengan "daging" itu. Saya merasa paham bahwa yang mereka maksud dengan daging adalah sesuatu yang penting, sesuatu yang berharga, seperti sesuatu yang menjadi sajian utama diantara sajian-sajian lain yang tersedia. Tapi saya sangat penasaran, darimana asal-muasal istilah itu? Bagi saya, ini adalah istilah baru, setidaknya istilah ini baru saya temui di akhir-akhir masa perkuliahan. Seperti kebiasaan yang sudah sangat mengakar di dalam diri, jika bertemu kata atau istilah baru saya selalu melakukan penelusuran di internet. Tujuannya tentu agar paham betul arti dan pemakaian kata dan istilah baru itu. Ketika melakukannya untuk mencari istilah ilmu daging, ternyata tak saya temukan...

Untuk Anak-anakku

Halo, Nak. Assalamualaikum. Jika kamu membaca ini, maka sampailah sudah tujuan tulisan ini dibuat. Ibu sengaja menulis ini untuk bercerita beberapa hal kepadamu. Ada hal-hal yang ingin ibu ceritakan, ibu menulisnya karena ketika kamu sudah besar nanti pasti ibu akan lupa untuk menceritakannya. Jadi tolong baca dengan baik ya, Nak. Inilah cerita ibu apa adanya, ibu harap kamu bisa menikmatinya. Hai Anakku, semoga kamu sedang bahagia ya, rasanya ibu ingin ikut tersenyum saat kamu tersenyum membaca tulisan ini. Kamu tentu tau nama ibu, mungkin juga kamu sudah mendengar langsung dari ibu bagaimana nama itu meruntuhkan dan membangun mental ibu dalam menjalani hidup. Ibu sedikit penasaran dengan namamu. Saat ini ibu memikirkan beberapa nama seperti Marissa, Alana, Alivia, Gara, Arslan, Meira, Geanina, Maryam, ... apa namamu termasuk yang itu? Ah, sepertinya ibu menghayal terlalu jauh. Saat ini untuk menikah pun ibu belum punya rencana. Bapak kamu pun belum tampak tanda-tandanya, ibu belum pu...

Sadar Kaya

Halo lagi teman internett.... kembali lagi ke blog ala-ala aduhai ini, hehe... Semoga kamu sedang dalam keadaan sehat dan bahagia yaa... aamiin. Kali ini saya akan kembali menulis tentang review buku. Sudah lama ternyata saya tidak nulis review buku. Bukannya nggak sempat atau nggak punya waktu, ya... lagi males aja orangnya, hihi... Di bulan maret kemaren saya baca lebih banyak buku dari biasanya. Normalnya saya baca 3-4 buku dalam satu bulan, kemaren saya bisa menyelesaikan 6 buku ditambah 1 buku yang mulai dibaca pada tanggal 29. Entah kenapa, rasanya saya sedikit tinggi hati aja gitu karena bisa mengubah waktu yang biasanya saya habiskan untuk mentengin sosial media, jadi dipake buat baca buku. Okgeh, langsung aja ke pembahasan kali ini, yaitu buku yang judulnya Sadar Kaya dari pak bossman Mardigu WP. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 2015. Buku yang saya pegang adalah terbitan Santara pada tahun 2019. Ukuran kertas A5, softcover, 240 + vi halaman. Semua manusia sama-sama mem...

Teman Baik

Sejauh yang bisa saya ingat, rasanya sudah lama sekali saya menginginkan seorang teman baik. Teman yang efisien dan berpengetahuan luas, berani bertindak dan suka tantangan, mau menegur bila saya salah, tidak segan menyeret dan memaksa bertaubat ketika saya sedang tidak waras, menganggap saya berarti, setia, selalu bertumbuh, punya attitude yang baik, dan sebagainya. Saya berpikir bahwa akan sangat nyaman bila memiliki teman baik. Orang yang bisa kita percaya nyaris 100%, dan begitu pula sebaliknya. Saya memasang banyak sekali kriteria untuk orang yang boleh menjadi teman baik. Ya, saya sepemilih itu. Sebagai manusia normal, tentu saja kita menginginkan semua yang baik-baik. Namun kelirunya, saya malah fokus pada hal-hal yang tidak bisa saya kendalikan. Saya menginginkan ini dan itu pada orang lain, menuntut banyak hal, tanpa menyadari bahwa diri saya sendiri masih banyak kurang ini dan itu. Saya kembali berpikir, berani-beraninya saya menginginkan banyak kualitas pada orang lain ...

Makna Cinta Bagi Matahari

Dalam sebuah buku yang saya baca bulan lalu, ada satu kalimat yang begitu terngiang di kepala. Yaitu tentang makna cinta bagi sang matahari, cinta yang ia tujukan kepada bumi. Bunyinya kira-kira begini, "Aku memberi kehidupan dan kehangatan bagi bumi, dan bumi memberiku alasan untuk hidup." Sekilas saya tentu setuju dengan sang matahari. Saya juga merasakan bahwa cinta itu hanyalah tentang memberi. Cinta tetaplah cinta walau tak pernah dibalas, tetap cinta bahkan walau tanpa diketahui orang yang kita cintai. Namun saya sadar bahwa saya bukanlah matahari. Saya masih ingin cinta saya dibalas, atau setidaknya dihargai. Ternyata saya belum bisa memberikan cinta yang begitu bulat sempurna seperti yang dilakukan matahari. Saya jadi teringat akan sebuah lagu anak-anak yang bercerita tentang kasih seorang ibu. Saya lalu bertanya dalam hati, apa benar kasih ibu itu tak terhingga sepanjang masa? hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia? Andai apa yang dikataka...

3 Bulan Berlalu, Apa Kabar Resolusi Tahun Baru?

Besok April datang, tiga bulan di 2021 sudah berlalu, apa kabar resolusi tahun baru? Oke kali ini saya pengen bahas resolusi tahun baru (lagi). Tulisan ini menjadi media  check point , untuk mengevaluasi resolusi yang sudah berjalan satu trimester.   Seperti orang-orang pada umumnya, saya juga membuat beberapa resolusi di tahun baru 2021. Saya membaginya menjadi dua kategori, yaitu big goals dan marathon goals . Ada 3 big goals yang ingin saya capai tahun ini, salah satunya adalah start a business . Sedangkan marathon goals , ada lumayan banyak. Kebanyakan sepertinya, jadinya malah berat dilaksanakan, ya... tipikal-tipikal pembuat resolusi amatiran pada umumnya. Tapi untunglah tahun ini saya bikin pencatatan, ada daftar kegiatan yang menjadi agenda harian dan mingguan. Agenda kegiatan harian saya misalnya nulis jurnal pribadi, 15 menit belajar bahasa Ingris, baca al-quran 1 juz. Kalo yang mingguan misalnya puasa hari kamis, baca minimal 1 buku, tulis sesuatu...

Untuk Kamu Yang Sedang Berjuang

Saya harap dengan tulisan ini saya bisa menjadi sedikit berguna untukmu. Beberapa hari ini angin berhembus mengabarkan kepada saya bahwa kamu sedang tidak baik-baik saja. Saya yakin kamu begitu membutuhkan dukungan dan sebuah rasa percaya dari setidaknya satu orang saja. Itulah mengapa saya menulis ini. Saya ingin kamu tau, kalau setidaknya, di sini saya ada dan mendukungmu dengan sepenuh jiwa. Saya tau persis apa yang sedang kamu hadapi. Saya tau kamu sedang terkalahkan, ditawan oleh jiwamu yang lain. Kamu melawan, namun jiwamu yang lain itu ternyata begitu berkuasa. Dia ibarat dinding baja yang tak terlihat ujung kanan kirinya, tak juga terukur tinggi dan tebalnya, tak memberimu kebebasan untuk melakukan apa yang harusnya kamu kerjakan. Ingin sekali rasanya saya ikut membantu perlawananmu untuk keluar dari situ. Atau setidaknya hadir di sampingmu, datang untuk menemanimu, mendengar seluruh kesah dan resahmu. Saya melihat kamu begitu kewalahan. Memang berat, memang berat sekali perker...

Cerita Lidah Dan Gigi

Suatu hari si Rafi meminta waktu khusus kepada Reza. Dia ingin membicarakan perihal masalah yang terjadi kemarin. Dia sudah membuat reza terluka, berdarah, menderita. Die berniat meminta maaf, dia merasa sangat bersalah. Walaupun tidak melakukan kejahatan itu dengan sengaja, si Rafi siap menerima segala konsekuensi. Dia siap jika Reza tak mau lagi berteman dengannya, dia siap jika Reza memintanya pergi jauh dan tidak pernah kembali menemui Reza. Perbincangan itu akhirnya terjadi. Rafi menjelaskan keadaan apa adanya, jujur tanpa direka-reka. Dia mengaku, tidak berkilah, tidak mengkambing hitamkan orang lain. Pokoknya dia pasrah pada semesta. Ternyata Reza menerima. Reza memaafkan Rafi. Rafi heran bagaimana bisa si Reza memaafkannya dengan mudah, bagaimana bisa kesalahan itu tak mengubah sikap Reza terhadap Rafi. Harusnya Reza sudah sangat membenci Rafi, pikirnya. Begini penjelasan Reza; hubungan persahabatan mereka itu bagaikan gigi dan lidah. Gigi tak sengaja menggigit lidah saat merek...

Kitab Anti Bangkrut

Assalamualaikum teman internet, Berikut adalah catatan yang saya bikin ketika membaca buku Kitab Anti Bangkrut yang ditulis oleh mas J. Sebenernya masih banyak catatan yang harus saya masukkan di sini, tapi karena terlalu panjang ya saya skip, hehe... Buku ini hanya mempunyai 130an halaman tapi isinya penting semua. Terutama yang 6 langkah mengatasi bangkrut, harus dibaca langsung di bukunya. 🍄 bangkrut itu ada. jangan sampai karena OPTIMIS BUTA, terus menafikan kebangkrutan 🍄 cash adalah darahnya bisnis, jangan sampai kehabisan cash 🍄 sebungkus roti yang diberikan tepat waktu sangatlah berharga. rezeki itu memang Allah yang ngatur 🍄 kredibilitas adalah kunci bangkit dari bangkrut 🍄 3 kunci kesuksesan - keterampilan: ilmu yang telah teruji di lapangan, bukan sekedar teori. perpaduan akurasi teori dengan jam terbang - kredibilitas/nama baik: kejujuran, keterandalan, ketulusan. berbuat baik dan benarlah setiap saat - jaringan: punya banyak teman yang berkualitas. Cara yang tercepat ...

The Power of Kepepet

Berikut adalah catatan ketika saya membaca buku tulisan Jaya Setiabudi atau yang akrab disapa mas J. Buku ini saya baca versi ebook yang saya pinjam dari iPusnas ✌️ 🥕2 sebab yang membuat orang tak tergerak untuk berubah: - impiannya kurang kuat - tidak kepepet 🥕 takut? hadapi! 🥕 efek placebo/kekuatan keyakinan. apa yang anda yakini lebih kuat dari fakta yang ada 🥕 menciptakan kondisi kepepet: ciptakan bayangan itu seolah nyata, bukan seperti menonton film, tapi terlibat secara langsung di benak anda. dengar dan rasakan bagaimana detak jantung anda yang semakin keras. meski semua itu hanyalah bayangan, namun efeknya akan sangat nyata. karena alam bawah sadar, tidak bisa membedakan antara imajinasi dan kenyataan. 🥕 anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan ACTION 🥕 film rekomendasi: pirates of sillicon valley, hitch, the patriot, envy, apprentice, schindler's list, les miserables, 🥕setelah menciptakan kondisi kepepet, selanjutnya adalah berusaha dengan penuh ke...

Rovering To Success

Hallo lagi teman internett... apa kabarmu di pertengahan januari ini? Semoga kau selalu sehat ya... sehat jiwa dan juga raga. Sebenarnya ada kabar duka untuk muslim Indonesia. Kemarin pagi salah satu ulama besar kita berpulang ke rahmatullah. Syekh Ali Jaber, beliau adalah ulama asal Madinah yang sudah memiliki kewarganegaraan Indonesia. Mari kita berdoa agar muncul pengganti beliau di negeri yang masih sangat butuh pembimbing agama ini. Ngomong-ngomong, kali ini saya mau review buku lagi. Judulnya Rovering To Success. Penulisanya adalah orang yang dulu ketika saya masih SD membuat saya dihukum karena susah menghafal namanya. Yup , Lord Robert Stephenson Smyth   Baden Powel, sang bapak pramuka dunia. Seorang tentara Inggris yang mendirikan gerakan kepanduan. Buku ini pertama kali diterbitkan di Inggris pada tahun 1922, 99 tahun lalu! Rovering To Success yang saya baca adalah versi bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Renebook pada september 2019. Berukuran 15 x 23 cm dan tebal 34...

Mengendalikan Takdir Hidup (bag. II)

Lanjut ya dari bagian 1 Pertama kita harus mengetahui dulu apa sebenernya permasalahan diri kita. Misal, permasalah kita adalah mageran, males gerak. Kita sering nunda sampai banyak tugas dan pekerjaan hanya dikerjalan seadanya (tidak mengerjakan dengan usaha terbaik). Setelah kita tau permasalahannya, maka kita harus melakukan sesuatu untuk melawan kemageran ini. caranya dengan menginstal program anti mager. Apa saja yang harus dilakukan untuk melawan kemageran? Kalo ini sih, kalian cari aja di internet, bisa juga dari baca buku, kursus, ikut seminar onlen, nonton video self improvement, dan lain-lain. Disana sudah tersedia ratusan bahkan ribuah tips anti mager, langkah-langkah menghilangkan kemageran, bla bla bla... Semua tips itu adalah cara-cara yang bisa kita kendalikan, alias akan menjadi pengetahuan dan masuk ke pikiran kreatif kita yang porsinya 5% tadi. Nggak akan mempan untuk melawan program toxic yang sudah terlanjur terinstal bertahun-tahun dalam pikiran bawah sadar kita. T...

Berani Kaya

Hallo lagi teman internettt... selamat siang ( btw saya tulis ini di waktu siang, hehe ). Apa kabar hari ini? Sema semua berjalan lancar ya, dan semoga hatimu bahagia. Senang rasanya bila ada lebih bayak orang bahagia di dunia ini. Oke, oke, tanpa banyak basa basi lagi, langsung aja kita ke topik pembahasan. Kali ini saya akan mereview sebuah buku. Judulnya Berani Kaya yang ditulis oleh pak bossman Mardigu WP. Buku ini saya dapat meminjam dari serang teman. Tentu saya tak akan sebut namanya, buat apa juga ya kan? Berani kaya yang saya baca adalah cetakan pertama tahun 2019, tebal 300 halaman. Ukuran kertas A5, warna kertas kekuningan, nyaman dibaca. Mengenai isi bukunya, saya rasa buku ini bukan untuk saya. Tidak cocok dibaca oleh orang seperti saya yang masih newbie . Buku ini berisi tulisan-tulisan pendek pak Mardigu yang saya yakin sudah beliau post di akun media sosial. Sebagian tulisan itu memang bagus bagi saya, menambah wawasan dan cara pandang. Namun ada banyak tulisan yang s...

Mengendalikan Takdir Hidup (bag. I)

sun rise Mengaku saja, pasti di tahun baru ini kamu juga bikin resolusi tahunan. Pengen melakukan ini, pengen mencapai itu, pengen punya kebiasaan ini, pengen menambah kemampuan itu. Pokoknya banyak deh, baik dan keren-keren pula. Berkaca dengan resolusi-resolusi tahun-tahun sebelumnya, kita pasti kepikiran juga, "Apa semua ini bisa tercapai ya?" Kita meragukan diri sendiri, karena memang kenyataannya kita nggak sedisiplin itu. Bisa jadi kita semangat membara dan punya keyakinan 100% pada awal Januari, akhir bulan udah ada satu-persatu pelanggaran. Awal Februari pelanggaran makin bertambah, akhir Februari ambyar. Ya... paling banter sampe awal Maret, atau akhir maret deh. Abis itu, sudahlah... kita mulai pesimis. Makin jauh dengan catatan resolusi yang indah itu. Kamu banget kan pasti ini? Sudah, tak usah malu, kita semua sama, hehe... kita masuk ke kelompok 92% orang yang gagal menjalankan resolusi tahunan. Karena memang faktanya, hanya 8% pembuat resolusi tahunan yang berha...