Langsung ke konten utama

Postingan

The Power of Kepepet

Berikut adalah catatan ketika saya membaca buku tulisan Jaya Setiabudi atau yang akrab disapa mas J. Buku ini saya baca versi ebook yang saya pinjam dari iPusnas ✌️ 🥕2 sebab yang membuat orang tak tergerak untuk berubah: - impiannya kurang kuat - tidak kepepet 🥕 takut? hadapi! 🥕 efek placebo/kekuatan keyakinan. apa yang anda yakini lebih kuat dari fakta yang ada 🥕 menciptakan kondisi kepepet: ciptakan bayangan itu seolah nyata, bukan seperti menonton film, tapi terlibat secara langsung di benak anda. dengar dan rasakan bagaimana detak jantung anda yang semakin keras. meski semua itu hanyalah bayangan, namun efeknya akan sangat nyata. karena alam bawah sadar, tidak bisa membedakan antara imajinasi dan kenyataan. 🥕 anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan ACTION 🥕 film rekomendasi: pirates of sillicon valley, hitch, the patriot, envy, apprentice, schindler's list, les miserables, 🥕setelah menciptakan kondisi kepepet, selanjutnya adalah berusaha dengan penuh ke...

Rovering To Success

Hallo lagi teman internett... apa kabarmu di pertengahan januari ini? Semoga kau selalu sehat ya... sehat jiwa dan juga raga. Sebenarnya ada kabar duka untuk muslim Indonesia. Kemarin pagi salah satu ulama besar kita berpulang ke rahmatullah. Syekh Ali Jaber, beliau adalah ulama asal Madinah yang sudah memiliki kewarganegaraan Indonesia. Mari kita berdoa agar muncul pengganti beliau di negeri yang masih sangat butuh pembimbing agama ini. Ngomong-ngomong, kali ini saya mau review buku lagi. Judulnya Rovering To Success. Penulisanya adalah orang yang dulu ketika saya masih SD membuat saya dihukum karena susah menghafal namanya. Yup , Lord Robert Stephenson Smyth   Baden Powel, sang bapak pramuka dunia. Seorang tentara Inggris yang mendirikan gerakan kepanduan. Buku ini pertama kali diterbitkan di Inggris pada tahun 1922, 99 tahun lalu! Rovering To Success yang saya baca adalah versi bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Renebook pada september 2019. Berukuran 15 x 23 cm dan tebal 34...

Mengendalikan Takdir Hidup (bag. II)

Lanjut ya dari bagian 1 Pertama kita harus mengetahui dulu apa sebenernya permasalahan diri kita. Misal, permasalah kita adalah mageran, males gerak. Kita sering nunda sampai banyak tugas dan pekerjaan hanya dikerjalan seadanya (tidak mengerjakan dengan usaha terbaik). Setelah kita tau permasalahannya, maka kita harus melakukan sesuatu untuk melawan kemageran ini. caranya dengan menginstal program anti mager. Apa saja yang harus dilakukan untuk melawan kemageran? Kalo ini sih, kalian cari aja di internet, bisa juga dari baca buku, kursus, ikut seminar onlen, nonton video self improvement, dan lain-lain. Disana sudah tersedia ratusan bahkan ribuah tips anti mager, langkah-langkah menghilangkan kemageran, bla bla bla... Semua tips itu adalah cara-cara yang bisa kita kendalikan, alias akan menjadi pengetahuan dan masuk ke pikiran kreatif kita yang porsinya 5% tadi. Nggak akan mempan untuk melawan program toxic yang sudah terlanjur terinstal bertahun-tahun dalam pikiran bawah sadar kita. T...

Berani Kaya

Hallo lagi teman internettt... selamat siang ( btw saya tulis ini di waktu siang, hehe ). Apa kabar hari ini? Sema semua berjalan lancar ya, dan semoga hatimu bahagia. Senang rasanya bila ada lebih bayak orang bahagia di dunia ini. Oke, oke, tanpa banyak basa basi lagi, langsung aja kita ke topik pembahasan. Kali ini saya akan mereview sebuah buku. Judulnya Berani Kaya yang ditulis oleh pak bossman Mardigu WP. Buku ini saya dapat meminjam dari serang teman. Tentu saya tak akan sebut namanya, buat apa juga ya kan? Berani kaya yang saya baca adalah cetakan pertama tahun 2019, tebal 300 halaman. Ukuran kertas A5, warna kertas kekuningan, nyaman dibaca. Mengenai isi bukunya, saya rasa buku ini bukan untuk saya. Tidak cocok dibaca oleh orang seperti saya yang masih newbie . Buku ini berisi tulisan-tulisan pendek pak Mardigu yang saya yakin sudah beliau post di akun media sosial. Sebagian tulisan itu memang bagus bagi saya, menambah wawasan dan cara pandang. Namun ada banyak tulisan yang s...

Mengendalikan Takdir Hidup (bag. I)

sun rise Mengaku saja, pasti di tahun baru ini kamu juga bikin resolusi tahunan. Pengen melakukan ini, pengen mencapai itu, pengen punya kebiasaan ini, pengen menambah kemampuan itu. Pokoknya banyak deh, baik dan keren-keren pula. Berkaca dengan resolusi-resolusi tahun-tahun sebelumnya, kita pasti kepikiran juga, "Apa semua ini bisa tercapai ya?" Kita meragukan diri sendiri, karena memang kenyataannya kita nggak sedisiplin itu. Bisa jadi kita semangat membara dan punya keyakinan 100% pada awal Januari, akhir bulan udah ada satu-persatu pelanggaran. Awal Februari pelanggaran makin bertambah, akhir Februari ambyar. Ya... paling banter sampe awal Maret, atau akhir maret deh. Abis itu, sudahlah... kita mulai pesimis. Makin jauh dengan catatan resolusi yang indah itu. Kamu banget kan pasti ini? Sudah, tak usah malu, kita semua sama, hehe... kita masuk ke kelompok 92% orang yang gagal menjalankan resolusi tahunan. Karena memang faktanya, hanya 8% pembuat resolusi tahunan yang berha...

Khilafah

  Assalamu'alaikum lagi teman internet! Apa kabar hari ini? 50 hari menuju tahun 2021, cepat sekali waktu berlalu. Okehh, hari ini saya mau mereview sebuah buku. Judulnya Khilafah, karya ustad Felix Siauw. Buku ini terbit pada september 2014. Ukuran kertas A5 dan memiliki tebal 296 halaman. Buku ini saya pinjam dari perpustakaan RQ. Ini adalah buku ustad Felix kedua yang saya baca setelah buku Beyond the Inspiration.  Saya sedikit salah kira dengan buku ini. Saya pikir buku ini adalah bacaan yang lumayan berat, ternyata, isinya sangat mudah dipahami. Desainnya tak seperti yang saya bayangkan. Buku ini penuh dengan gambar ilustrasi, tulisannya pun dibuat dengan berbagai warna dan berbagai jenis ukuran dan warna font. Sehingga membacanya sangat menyenangkan mata. Sebelum saya membuka buku ini, saya kira bisa menamatkan buku ini minimal 6 hari. Ternyata, bisa saya baca sekali duduk. Saya membaca buku Khilafah ini sekitar 1,5 jam. Buku ini menceritakan bagaimana dulu Islam berdiri...

Beyond The Inspiration

  Assalamualaikum teman internet! Kali ini saya mau review buku lagi. Judulnya Beyond The Inspiration karangan ustad Felix Y. Siauw. Buku ini pertama kali terbit pada Maret 2013. Sedangkan buku yang saya baca ini adalah cetakan ke 7 yang terbit pada Desember 2014. Buku ini pun saya dapat meminjam dari perpustakaan RQ PPA Tangsel. Secara fisik bentuknya biasa saja, ukuran panjang 21 cm x 15 cm. Tebal bukunya 267 + iii halaman. Secara keseluruhan buku ini membahas tentang apa yang menjadi dasar inspirasi dan dorongan umat muslim terdahulu yang bisa membangun peradaban baru di tengah dua imperium raksasa yaitu Persia dan Romawi. Pembahasan isi buku dimulai awal dari terciptanya manusia, awal terciptanya alam semesta. Menurut penulis, semesta yang kita hidup di dalamnya sekarang ini mutlak ada yang menciptakan dan mengatur. Ialah Tuhan bagi seluruh alam, Allah SWT. Saya pun setuju mengamininya. Selanjutnya, penulis mengajak pembaca berpikir dengan segala tanda-tanda yang ada di du...

Kita Selalu Bertemu Dengan Apa Yang Kita Cari

(pintu masjid Al-Mujahidin Pamulang) Assalamualaikum lagi temen internet! Semoga kamu baik selalu yaa. Semoga telah bertambah ilmu dan kekuatanmu. Saya ikut senang saat kamu bertambah pintar dan bertambah kuat, saya pun sedang berusaha melawan kegoblokan dan kelemahan diri ini, hehe... Kata salah satu ustad yang sering saya denger nasihatnya, sebagai muslim yang beriman kita harus tangguh . Intinya yang saya tankep adalah, pikiran kita nggak boleh bodoh, logika kita nggak boleh tumpul, makanya harus selalu belajar. Raga kita nggak boleh letoy kelemar-kelemer, harus selalu bugar dan sehat. Jiwa kita nggak boleh lemah, nggak boleh insekyuur terus, nggak boleh cengeng. Pokoknya kita harus mengusahakan menjadi muslim tangguh, terlepas dari segala ketentuan yang Allah takdirkan. Oke, kali ini saya mau nulis tentang kehidupan di dunia ini yang merupakan kumpulan pilihan-pilihan. Mari kita mulai tulisan ini dengan cerita dari buya Hamka. Ceritanya kira-kira begini, suatu hari seorang pria...

Awal yang Baru

Assalamu'alaikum lagi temen Internet, apa kabar hari ini? Semoga kamu sedang bahagia ya... Saya?? Secara teknis saya kurang baik hari ini, saya sakit perut dan beberapa kali pergi ke kamar mandi. Tapi tenang saja, saya waras dan lumayan bahagia hari ini. Hari ini adalah hari ulang tahun ELC yang ke-2. Saya senang, saya tersenyum dan terharu mengenang masa awal ELC berdiri dan menjadi organisasi resmi di FEB UIN Jakarta. Hari ini tercatat lebih dari 100 orang telah menjadi anggota resmi ELC. Dulu pada masa awal, kami hanya ada 12 orang. By the way , hari ini saya mau posting tulisan mengenai review buku. Judulnya adalah Awal yang Baru. Bacaan kali ini agak ekhem-ekhem isinya, ini adalah kali pertama saya membaca buku bertema dunia pernikahan. Buku yang pertama kali terbit Juli 2020 ini saya beli secara online dari penulisnya langsung. Namanya mbak Khairunnisa Syaladin, serang perempuan berdarah Aceh. Beliau telah menamatkan pendidikan di jurusan farmasi UGM pada 2014 lal...

Pamulang-Ciledug dan Tas Butut berharga 100 juta

(minggir jalan) Hallo lagi temen internet, selamat datang kembali di blog ala-ala aduhaii ini, seperti biasa, mari kita mulai tulisan ini dengan sepotong doa. Semoga kamu yang membaca tulisan ini dalam keadaan sehat dan bahagia, aamiin. Dan jika pun dunia sedang tidak berpihak padamu, tolong bersabarlah, situasi itu hanya sementara. Ada kiriman salam dari saya untukmu, telah saya kirim siang ini pada tanggal 8 Agustus 2020. Sudah sampaikah padamu? Aku harap iya, dan kau sedang tersenyum. Baiklah, hari ini saya akan bercerita pengalaman mingguan, kali ini perihal pekerjaan. Setiap hari saya bekerja sebagai admin di salah satu usaha rintisan di daerah Tangerang Selatan. Lebih dari admin, saya merasa sedang mengelola operasional usaha ini sendirian. Mulai dari belanja stok, menjemput barang, melakukan sales, menerima pesanan customer dan memprosesnya, packing barang, mengirimkan dan mengantarkan pesanan, sampai membuat laporan penjualan dan pembelian saya sendiri yang melaku...

Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela

Haloo lagi kawan, selamat datang kembali di blog ala-ala aduhaii ini, hehe... Kali ini saya mau review buku, judulnya Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela. Oke, tanpa banyak basa basi, Kita langsung mulai saja, check it out! Buku ini saya pinjam dari sepupu, sepertinya sudah sangat lama buku ini nggak pernah dikeluarkan dari lemari. Baunya sudah seperti buku-buku yang sudah sangat tua, warna kertasnya pun mulai mencoklat. Saya tidak tau buku ini cetakan tahun berapa karena halaman awal-awal buku sudah hilang. Untunglah sampulnya masih utuh. Buku ini pertama kali terbit di Jepang sekitar tahun 1980an. Baru kemudian diterbitkan dalan berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Nama penulisnya adalah Tetsuko Kuroyanagi. Bentuk buku ini sama seperti buku-buku biasa, ukuran kertas A5. Halamannya pun tidak banyak, hanya 271 halaman.  Saya membaca buku ini sekitar 4 hari, rasanya lumayan cepat karena saya juga sedang membaca buku yang lain. Totto-Chan cuma buku selingan pikir sa...

Wacana 5 Tahun Akhirnya Terealisasi

member LC Mndapa periode gaib Assalamu'alaikum pembaca... selamat datang kembali di blog ala-ala aduhaii ini, masih bersama saya si penulis random yang kali ini mau cerita tentang pengalaman menyambung ukhuwah ( ceilah menyambung ukhuwah ).  Ett, tapi beneran ini ceritanya perjalanan menyambung ukhuwah (ikatan persaudaraan). Oke, mari kita mulai dari flashback dulu ke masa SMA (sebenernya MAN sih). Here we go... Saat sekolah, saya punya beberapa temen yang lumayan akrab. Setiap hari bertemu dan pulang bareng. Sebenernya kami tidak pernah satu kelas, dan pun kami beda jurusan. saya jurusan ilmu sosial, dan temen saya ada yang IPA, ada yang keagamaan. Kami seperti teman lintas jurusan saja hehe Selain lintas jurusan, pertemanan kami juga lintas angkatan. Tapi walaupun beda kelas, beda jurusan, beda angkatan, kami dekat karena sebuah organisasi. Waktu itu namanya LC alias library community, kabarnya sekarang LC sudah menjadi ekskul resmi. Sebenernya, saat periode kepengurusan kami, LC...

Bye-bye Sekali Pakai

Haloo lagi teman internet! Ketemu lagi kita.. semoga kamu lagi baik-baik aja ya.. semoga harimu menyenangkan. Semoga selalu aman dan tenang. Baik, kembali lagi pada sesi review buku. Kali ini saya mau nyeritain buku yang judulnya Bye-bye Sekali Pakai. Tulisan mbak DK Wardhani atau yang biasa disapa mbak Dini. Mbak Dini ini adalah salah satu aktivis gaya hidup minim sampah yang paling banyak pergerakannya di Indonesia. Buku ini diterbitkan oleh Bentala Kala, Kelompok PT Rumah Main Anak. Buku punya saya adalah cetakan pertama, pre-order yang terbit bulan januari 2020. Keseluruhan ada 168 halaman, designnya sangat colorful dan banyak ilustrasinya. Dimensinya  panjang 23 cm dan lebar 15 cm. Harganya Rp 80.000. Ada sedikit cerita pas saya mesen buku ini. Gini, kan saya pre-order dari bulan Januari, terus bukunya baru sampe rumah sekitar akhir Februari. Pas dibaca 10 halaman, eh balik ke halaman 1 lagi, penerbitnya salah susun halaman. Jadinya halaman 1-10 ada 2 ran...

Khadijah: Ketika Rahasia Mim Tersingkap

Hallo lagi Internet.. Udah sebulan lebih saya nggak nulis-nulis di sini. Resolusi gagal alert ! Hahaha.. Dulu pas tahun baru saya punya resolusi buat produktif nulis di blog ini. Targetnya, posting dua tulisan setiap minggu. Hari selasa jadwal posting review buku dan hari sabtu review kegiatan/pembelajaran selama satu minggu itu. Alhamdulillah bulan januari sampe pertengahan februari masih ada postingan, dan semuanya tentang review kegiatan. Nahas, semua jadwal posting review buku telah terlewat. Tulisan kali ini adalah postingan  pertama review buku di tahun 2020. Sudah lumayan telat untuk awal menjalankan resolusi tahunan. Tapi tak apa, untuk beberapa hal, terlambat itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Wess.. kita mulai saja. Sesuai dengan judulnya, kali ini saya akan mereview buku yang judulnya Khadijah: Ketika Rahasia Mim Tersingkap. Udah pada tau pasti ini buku isinya apaan? Ya, ini adalah sebuah novel yang menceritakan kisah hidup sang kekasih kekasih-N...

Hiburan Receh Rendahan

channel YT keluarga Beti Haloo lagi internet.. Semoga kita semua masih tetap dalam kasih sayang Tuhan ya.. Kali ini saya saya mau cerita tentang hiburan, dan hubungannya dengan selera kebanyakan orang di sekitar saya. Nyerempet-nyerempet agak julid sih.. tapi ya.. let's do this . Dulu saya heran sama kelakuan banyak orang, terutama pada selera hiburan mereka. Saya heran kok bisa ada orang yang suka banget sama dangdut yang katanya musik "rendahan" dan tak berkelas, musik-musik pop mellow yang "alay", dan musik-musik serampangan asal jadi yang tak punya makna. Sedangkan saya lebih nyaman mendengarkan musik-musik jazz, folk, syair-syair indah, dll. Nggak cuma soal musik, soal tontonan juga. Saya heran, kok temen-temen saya yang notabene adalah mahasiswa, yang punya keterampilan dan intelektualitas yang sebut saja lebih tinggi daripada rata-rata orang biasa, malah suka nontonin sinetron sampah di tv. Atau menonton acara-acara nggak berfaedah yang sebu...