Langsung ke konten utama

Postingan

Rumah Kertas

Oke, kali ini saya akan review sebuah buku yang sudah lama sekali ingin saya baca tapi baru kesampean sekarang hehe... Langsung aja, judulnya Rumah Kertas, karangan Carlos Maria Dominguez, buku ini aslinya berbahasa Spanyol. Buku yang saya baca tentu saja berbahasa Indonesia, hak terjemahnya dipegang oleh CV Margin Kiri. Cetakan ke-4, Desember 2018. Tebal buku ini hanya vi + 76 halaman, cukup tipis dan bisa dibaca sekaligus.  Cerita Rumah Kertas dibuka dengan sebuah kalimat. Bahwa, buku telah mengubah takdir hidup orang-orang. Salah satunya adalah takdir tokoh Bluma Lennon, dia mati tertabrak mobil saat sedang menyebrang sambil membaca buku. Secara keseluruhan buku ini bercerita tentang dunia para pembaca dan pecinta buku. Walaupun fiksi, di buku ini banyak sekali tertulis fakta-fakta dan hal yang terjadi di kehidupan nyata. Misalnya, bagian yang menceritakan bahwa setiap pecinta buku punya (atau mengimpikan punya) 'gua'  tempat mereka selalu ingin kesana setiap kembali dari b...

Tidur

Ada hal menarik ketika berbicara tentang tidur. Kegiatan harian yang menghabiskan waktu hampir sepertiga umur kita. Menurut profesor Methew Walker di bukunya yang berjudul Why We Sleep, tidur 7-8 jam perhari secara rutin merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan fisik dan mental kita. Dengan tidur cukup, tubuh kita jadi punya banyak kesempatan untuk memulihkan diri setelah melakukan berbagai aktivitas seharian. Emosi kita juga akan cenderung lebih stabil, otak dapat menyerap dan mengolah informasi secara maksimal, dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Belakangan ini saya mencoba nurut sama profesor Walker, saya berusaha untuk tidur 7-8 jam setiap hari. Hampir setiap malam saya punya target untuk tidur pas jam 9, tapi lebih sering gagal. Saya selalu masih sadar di jam 11 malam. Menuju jam 12 Saya baru tertidur. Saya pikir ini hal yang mudah, ternyata tidak juga.  Berbicara soal tidur, saya juga tau sedikit tentang chronotype. Yaitu waktu tidur yang tepat untuk memak...

Cucian oh Cucian

Kemarin malam saya berencana untuk mencuci tumpukan pakaian yang sudah memanggil-manggil sejak hampir satu minggu lalu. Tapi rencana itu batal karena semalam saya terlalu asyik membaca sebuah novel. Sampai ketika sudah bosan membaca, jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Besok pagi saja, gumam saya dalam hati. Toh sama saja kalau dicuci malam ini atau dicuci besok pagi. Lalu saya siap-siap dan langsung tidur. Rupanya para cucian ini tak rela ditinggalkan begitu saja, mereka datang ke mimpi saya! Di dalam mimpi, cucian itu muncul ke manapun saya pergi. Mereka seperti mengejar-ngejar minta segera dicuci. Mereka berteriak-teriak tak jelas, membuat saya merasa tertekan dan ketakutan. Saya terbangun, rupanya itu hanya mimpi. Syukurlah.. Lalu saya bawa para cucian itu dan saya mencucinya manual pakai tangan di kamar mandi. Saya cuci mereka satu persatu, saya peras dengan tangan, dan akhirnya tinggal dijemur. Lalu saya tinggalkan mereka di ember, entah untuk urusan apa. Saya merasa saya sudah ...

Ujian Tekad

Di salah satu buku karyanya, Paulo Coelho bilang kalau kehidupan punya dua cara untuk menguji tekad kita. Nomor 1, dengan tidak terjadi apa-apa. Atau nomor 2, dengan membuat semuanya terjadi berbarengan. Saya teringat sebuah kisah mitos tentang kodok rebus yang pernah saya tonton di channel ted-ed. Ceritanya begini, suatu hari ada dua ekor kodok yang lagi asik ngobrol di pinggir kali. Kemudian dua kodok tersebut diculik, mereka dibawa ke dapur oleh seorang koki. Kodok pertama dimasukkan ke dalam panci yang berisi air mendidih, seketika kodok itu langsung melompat keluar dari panci, lalu melarikan diri dari dapur sang koki. Di sisi lain, sang koki mengisi ulang pancinya dengan air dingin dan memasukkan kodok kedua kesana. Panci tersebut ditaruh di atas kompor dengan nyala api yang sangat-sangat kecil. Sang koki menaikkan nyala api sedikit demi sedikit, sangat sedikit demi sedikit. Kodok kedua tidak menyadari kalau suhu air di dalam panci semakin panas, sampai ketika ia akan menyadarinya...

Standar Tinggi

Sepertiga bulan Juni tahun ini sudah terlewati, tapi sayang diri ini masih saja takut melangkah, masih saja belum kemana-mana. Saya punya rencana besar untuk direalisasikan, namun entahlah.. rasanya sangat sulit untuk melaksanakannya. Mungkin karena saya punya standar yang sangat tinggi dalam mengerjakan segala hal, perfeksionis kalo kata orang. Kalo diingat-ingat, sepertinya kelakuan ini sudah saya kerjakan sejak, mm.. mungkin dari kecil. Paling jauh yang bisa saya ingat adalah dulu saat kelas 3 SD. Ceritanya, saat itu saya dan teman sekelas disuruh menyalin/mencatat isi buku ke dalam buku tulis. Kami sekelas baru pertama kali disuruh menulis menggunakan pulpen, karena saat kelas 1 dan 2 kami menulis pakai pensil. Guru di kelas 3 bilang kalau menulis menggunakan pulpen harus hati-hati karena jika salah tulis kami tidak bisa menghapusnya seperti saat menggunakan pensil. Beliau mungkin sangat menghargai kerapihan, ..ya mungkin, saya tidak tau, tapi saya ingat waktu itu tulisan tanpa...

Ilmu Daging

Di lingkungan pembelajar atau dimanapun tempat orang-orang banyak belajar, saya sering mendengar istilah "ilmu daging". Mereka biasanya bilang begini: "Waah, ini sih ilmu daging banget!" atau "Pertemuan ini isinya daging semua." Saya merasa mengerti apa yang mereka maksud dengan "daging" itu. Saya merasa paham bahwa yang mereka maksud dengan daging adalah sesuatu yang penting, sesuatu yang berharga, seperti sesuatu yang menjadi sajian utama diantara sajian-sajian lain yang tersedia. Tapi saya sangat penasaran, darimana asal-muasal istilah itu? Bagi saya, ini adalah istilah baru, setidaknya istilah ini baru saya temui di akhir-akhir masa perkuliahan. Seperti kebiasaan yang sudah sangat mengakar di dalam diri, jika bertemu kata atau istilah baru saya selalu melakukan penelusuran di internet. Tujuannya tentu agar paham betul arti dan pemakaian kata dan istilah baru itu. Ketika melakukannya untuk mencari istilah ilmu daging, ternyata tak saya temukan...

Untuk Anak-anakku

Halo, Nak. Assalamualaikum. Jika kamu membaca ini, maka sampailah sudah tujuan tulisan ini dibuat. Ibu sengaja menulis ini untuk bercerita beberapa hal kepadamu. Ada hal-hal yang ingin ibu ceritakan, ibu menulisnya karena ketika kamu sudah besar nanti pasti ibu akan lupa untuk menceritakannya. Jadi tolong baca dengan baik ya, Nak. Inilah cerita ibu apa adanya, ibu harap kamu bisa menikmatinya. Hai Anakku, semoga kamu sedang bahagia ya, rasanya ibu ingin ikut tersenyum saat kamu tersenyum membaca tulisan ini. Kamu tentu tau nama ibu, mungkin juga kamu sudah mendengar langsung dari ibu bagaimana nama itu meruntuhkan dan membangun mental ibu dalam menjalani hidup. Ibu sedikit penasaran dengan namamu. Saat ini ibu memikirkan beberapa nama seperti Marissa, Alana, Alivia, Gara, Arslan, Meira, Geanina, Maryam, ... apa namamu termasuk yang itu? Ah, sepertinya ibu menghayal terlalu jauh. Saat ini untuk menikah pun ibu belum punya rencana. Bapak kamu pun belum tampak tanda-tandanya, ibu belum pu...

Sadar Kaya

Halo lagi teman internett.... kembali lagi ke blog ala-ala aduhai ini, hehe... Semoga kamu sedang dalam keadaan sehat dan bahagia yaa... aamiin. Kali ini saya akan kembali menulis tentang review buku. Sudah lama ternyata saya tidak nulis review buku. Bukannya nggak sempat atau nggak punya waktu, ya... lagi males aja orangnya, hihi... Di bulan maret kemaren saya baca lebih banyak buku dari biasanya. Normalnya saya baca 3-4 buku dalam satu bulan, kemaren saya bisa menyelesaikan 6 buku ditambah 1 buku yang mulai dibaca pada tanggal 29. Entah kenapa, rasanya saya sedikit tinggi hati aja gitu karena bisa mengubah waktu yang biasanya saya habiskan untuk mentengin sosial media, jadi dipake buat baca buku. Okgeh, langsung aja ke pembahasan kali ini, yaitu buku yang judulnya Sadar Kaya dari pak bossman Mardigu WP. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 2015. Buku yang saya pegang adalah terbitan Santara pada tahun 2019. Ukuran kertas A5, softcover, 240 + vi halaman. Semua manusia sama-sama mem...

Teman Baik

Sejauh yang bisa saya ingat, rasanya sudah lama sekali saya menginginkan seorang teman baik. Teman yang efisien dan berpengetahuan luas, berani bertindak dan suka tantangan, mau menegur bila saya salah, tidak segan menyeret dan memaksa bertaubat ketika saya sedang tidak waras, menganggap saya berarti, setia, selalu bertumbuh, punya attitude yang baik, dan sebagainya. Saya berpikir bahwa akan sangat nyaman bila memiliki teman baik. Orang yang bisa kita percaya nyaris 100%, dan begitu pula sebaliknya. Saya memasang banyak sekali kriteria untuk orang yang boleh menjadi teman baik. Ya, saya sepemilih itu. Sebagai manusia normal, tentu saja kita menginginkan semua yang baik-baik. Namun kelirunya, saya malah fokus pada hal-hal yang tidak bisa saya kendalikan. Saya menginginkan ini dan itu pada orang lain, menuntut banyak hal, tanpa menyadari bahwa diri saya sendiri masih banyak kurang ini dan itu. Saya kembali berpikir, berani-beraninya saya menginginkan banyak kualitas pada orang lain ...

Makna Cinta Bagi Matahari

Dalam sebuah buku yang saya baca bulan lalu, ada satu kalimat yang begitu terngiang di kepala. Yaitu tentang makna cinta bagi sang matahari, cinta yang ia tujukan kepada bumi. Bunyinya kira-kira begini, "Aku memberi kehidupan dan kehangatan bagi bumi, dan bumi memberiku alasan untuk hidup." Sekilas saya tentu setuju dengan sang matahari. Saya juga merasakan bahwa cinta itu hanyalah tentang memberi. Cinta tetaplah cinta walau tak pernah dibalas, tetap cinta bahkan walau tanpa diketahui orang yang kita cintai. Namun saya sadar bahwa saya bukanlah matahari. Saya masih ingin cinta saya dibalas, atau setidaknya dihargai. Ternyata saya belum bisa memberikan cinta yang begitu bulat sempurna seperti yang dilakukan matahari. Saya jadi teringat akan sebuah lagu anak-anak yang bercerita tentang kasih seorang ibu. Saya lalu bertanya dalam hati, apa benar kasih ibu itu tak terhingga sepanjang masa? hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia? Andai apa yang dikataka...

3 Bulan Berlalu, Apa Kabar Resolusi Tahun Baru?

Besok April datang, tiga bulan di 2021 sudah berlalu, apa kabar resolusi tahun baru? Oke kali ini saya pengen bahas resolusi tahun baru (lagi). Tulisan ini menjadi media  check point , untuk mengevaluasi resolusi yang sudah berjalan satu trimester.   Seperti orang-orang pada umumnya, saya juga membuat beberapa resolusi di tahun baru 2021. Saya membaginya menjadi dua kategori, yaitu big goals dan marathon goals . Ada 3 big goals yang ingin saya capai tahun ini, salah satunya adalah start a business . Sedangkan marathon goals , ada lumayan banyak. Kebanyakan sepertinya, jadinya malah berat dilaksanakan, ya... tipikal-tipikal pembuat resolusi amatiran pada umumnya. Tapi untunglah tahun ini saya bikin pencatatan, ada daftar kegiatan yang menjadi agenda harian dan mingguan. Agenda kegiatan harian saya misalnya nulis jurnal pribadi, 15 menit belajar bahasa Ingris, baca al-quran 1 juz. Kalo yang mingguan misalnya puasa hari kamis, baca minimal 1 buku, tulis sesuatu...

Untuk Kamu Yang Sedang Berjuang

Saya harap dengan tulisan ini saya bisa menjadi sedikit berguna untukmu. Beberapa hari ini angin berhembus mengabarkan kepada saya bahwa kamu sedang tidak baik-baik saja. Saya yakin kamu begitu membutuhkan dukungan dan sebuah rasa percaya dari setidaknya satu orang saja. Itulah mengapa saya menulis ini. Saya ingin kamu tau, kalau setidaknya, di sini saya ada dan mendukungmu dengan sepenuh jiwa. Saya tau persis apa yang sedang kamu hadapi. Saya tau kamu sedang terkalahkan, ditawan oleh jiwamu yang lain. Kamu melawan, namun jiwamu yang lain itu ternyata begitu berkuasa. Dia ibarat dinding baja yang tak terlihat ujung kanan kirinya, tak juga terukur tinggi dan tebalnya, tak memberimu kebebasan untuk melakukan apa yang harusnya kamu kerjakan. Ingin sekali rasanya saya ikut membantu perlawananmu untuk keluar dari situ. Atau setidaknya hadir di sampingmu, datang untuk menemanimu, mendengar seluruh kesah dan resahmu. Saya melihat kamu begitu kewalahan. Memang berat, memang berat sekali perker...

Cerita Lidah Dan Gigi

Suatu hari si Rafi meminta waktu khusus kepada Reza. Dia ingin membicarakan perihal masalah yang terjadi kemarin. Dia sudah membuat reza terluka, berdarah, menderita. Die berniat meminta maaf, dia merasa sangat bersalah. Walaupun tidak melakukan kejahatan itu dengan sengaja, si Rafi siap menerima segala konsekuensi. Dia siap jika Reza tak mau lagi berteman dengannya, dia siap jika Reza memintanya pergi jauh dan tidak pernah kembali menemui Reza. Perbincangan itu akhirnya terjadi. Rafi menjelaskan keadaan apa adanya, jujur tanpa direka-reka. Dia mengaku, tidak berkilah, tidak mengkambing hitamkan orang lain. Pokoknya dia pasrah pada semesta. Ternyata Reza menerima. Reza memaafkan Rafi. Rafi heran bagaimana bisa si Reza memaafkannya dengan mudah, bagaimana bisa kesalahan itu tak mengubah sikap Reza terhadap Rafi. Harusnya Reza sudah sangat membenci Rafi, pikirnya. Begini penjelasan Reza; hubungan persahabatan mereka itu bagaikan gigi dan lidah. Gigi tak sengaja menggigit lidah saat merek...

Kitab Anti Bangkrut

Assalamualaikum teman internet, Berikut adalah catatan yang saya bikin ketika membaca buku Kitab Anti Bangkrut yang ditulis oleh mas J. Sebenernya masih banyak catatan yang harus saya masukkan di sini, tapi karena terlalu panjang ya saya skip, hehe... Buku ini hanya mempunyai 130an halaman tapi isinya penting semua. Terutama yang 6 langkah mengatasi bangkrut, harus dibaca langsung di bukunya. πŸ„ bangkrut itu ada. jangan sampai karena OPTIMIS BUTA, terus menafikan kebangkrutan πŸ„ cash adalah darahnya bisnis, jangan sampai kehabisan cash πŸ„ sebungkus roti yang diberikan tepat waktu sangatlah berharga. rezeki itu memang Allah yang ngatur πŸ„ kredibilitas adalah kunci bangkit dari bangkrut πŸ„ 3 kunci kesuksesan - keterampilan: ilmu yang telah teruji di lapangan, bukan sekedar teori. perpaduan akurasi teori dengan jam terbang - kredibilitas/nama baik: kejujuran, keterandalan, ketulusan. berbuat baik dan benarlah setiap saat - jaringan: punya banyak teman yang berkualitas. Cara yang tercepat ...

The Power of Kepepet

Berikut adalah catatan ketika saya membaca buku tulisan Jaya Setiabudi atau yang akrab disapa mas J. Buku ini saya baca versi ebook yang saya pinjam dari iPusnas ✌️ πŸ₯•2 sebab yang membuat orang tak tergerak untuk berubah: - impiannya kurang kuat - tidak kepepet πŸ₯• takut? hadapi! πŸ₯• efek placebo/kekuatan keyakinan. apa yang anda yakini lebih kuat dari fakta yang ada πŸ₯• menciptakan kondisi kepepet: ciptakan bayangan itu seolah nyata, bukan seperti menonton film, tapi terlibat secara langsung di benak anda. dengar dan rasakan bagaimana detak jantung anda yang semakin keras. meski semua itu hanyalah bayangan, namun efeknya akan sangat nyata. karena alam bawah sadar, tidak bisa membedakan antara imajinasi dan kenyataan. πŸ₯• anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan ACTION πŸ₯• film rekomendasi: pirates of sillicon valley, hitch, the patriot, envy, apprentice, schindler's list, les miserables, πŸ₯•setelah menciptakan kondisi kepepet, selanjutnya adalah berusaha dengan penuh ke...